LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandarlampung memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial mengenai kondisi sampah usai kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia yang digelar dalam rangkaian Bandarlampung Expo.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandarlampung Budi Ardianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pembersihan sejak sebelum kegiatan berlangsung. Persiapan tersebut dilakukan melalui Surat Perintah Tugas (SPT) yang mengatur jadwal petugas kebersihan dalam tiga shift.
"Petugas kami sudah disiapkan sejak rangkaian Karnaval Mobil Hias pada Minggu siang. Shift pertama bertugas hingga pukul 17.00 WIB, dilanjutkan shift kedua sampai dimulainya nobar pukul 23.00 WIB, dan shift ketiga bekerja sejak pukul 23.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai," ujar Plt Kadis DLH Budi Ardianto,Selasa.( 21/7/2026).
Pada pelaksanaan nobar, DLH mengerahkan sekitar 50 petugas kebersihan yang terdiri dari Satgas Kali, petugas DLH, serta juru sapu dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT), di antaranya UPT Enggal, UPT TBU, UPT TBS, UPT TKT, dan UPT lainnya.
Menurutnya, proses pembersihan dilakukan segera setelah masyarakat mulai meninggalkan lokasi kegiatan. Jalur di kawasan Tugu Adipura mulai dibuka kembali sekitar pukul 06.30 WIB setelah proses pembersihan berlangsung.
Ia menjelaskan, video yang viral memperlihatkan kondisi saat pengunjung baru mulai membubarkan diri. Sementara pada saat yang sama, petugas kebersihan telah bergerak menuju titik-titik penumpukan sampah untuk melakukan pembersihan.
"Ketika masyarakat bergerak meninggalkan lokasi, petugas kami juga langsung bergerak membersihkan. Bahkan dokumentasi yang kami miliki menunjukkan petugas sudah bekerja sejak dini hari saat kondisi masih gelap," katanya.
Selain mengerahkan personel, DLH juga menyiapkan sarana pendukung berupa tempat pembuangan sampah di sejumlah titik serta armada pengangkut. Armada yang disiagakan meliputi dua unit dump truck dan dua unit mobil pick-up yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis untuk mempercepat pengangkutan sampah.
DLH mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga kebersihan setiap kegiatan dengan membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama"Petugas kebersihan memang memiliki tugas membersihkan lokasi kegiatan. Namun, akan lebih baik apabila masyarakat juga ikut bertanggung jawab dengan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, proses pembersihan dapat berlangsung lebih cepat dan lingkungan tetap terjaga kebersihannya," tutupnya.( Hajim).
