Helo Indonesia

Gayung Bersambut, Permintaan Warga Kebonharjo Soal Intervensi Politik Penanganan Tanggul Kali Bodri Direspons DPRD Kendal

Selasa, 29 Juli 2025 12:44
    Bagikan  
Gayung Bersambut, Permintaan Warga Kebonharjo Soal Intervensi Politik Penanganan Tanggul Kali Bodri Direspons DPRD Kendal

Warga Kebonharjo saat beraudiensi dengan anggota DPRD Kendal terkait tanggul Kali Bodri. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Sejumlah warga Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal yang tergabung dalam Forum Peduli Tanggul Kali Bodri (Petak Bodri) mendatangi Kantor DPRD Kendal untuk beraudiensi dengan para anggota dewan terkait kondisi tanggul Kali Bodri yang kondisinya makin kritis.

Salah seorang warga Kebonharjo, Arif Fajar Hidayat mengatakan, kedatangan warga Kebonharjo yang juga didampingi Kepala Desa, BPD dan perangkat desa tersebut untuk meminta dukungan politik kepada para anggota dewan guna menyelesaikan persoalan tanggul Kali Bodri yang pernah jebol dan menyebabkan banjir bandang di Desa Kebonharjo dan sekitarnya.

"Kami ke sini meminta dukungan intervensi politik dari para anggota DPRD untuk menyelesaikan permasalahan tanggul Kali Bodri di titik jebol kemarin. Kami memahami bahwa Pemkab Kendal maupun DPRD Kendal tidak memiliki kewenangan terhadap tanggul Kali Bodri. Tetapi untuk urusan penganggaran, usulan kegiatan 2026 itu kan semuanya berkiblat di DPRD, terutama dukungan politiknya," ujar Arif.

Baca juga: Ucapkan Selamat HUT Kendal dengan Bibit Pohon Buah, NasDem Harapkan Kendal Lebih Maju

Menurutnya, kondisi tanggul Kali Bodri saat ini sangat kritis dimana kondisi tersebut membuat warga sekitar trauma akan kejadian pada Januari 2025 silam. Sehingga warga Kebonharjo berharap tanggul tersebut segera dilakukan perbaikan.

"Kondisi tanggul sekarang kritis. Jadi yang kemarin jebol itu sudah longsor dan retak. Sebelah selatannya yang jebol itu sudah tidak punya gerem. Dulu ada pasangan batu itu sudah longsor. Sedangkan di sebelah barat ada sedimentasi lebar 50 meter. Sehingga jika tanggul yang jebol ini tidak segera ditangani takutnya kejadian lagi," bebernya.

Mendorong

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq menyatakan pihaknya merespons dengan berupaya mendorong dan melakukan intervensi politik baik melalui DPRD Provinsi Jawa Tengah maupun ke DPR RI.

"Paling tidak ada perbaikan-perbaikan ringan dari Pusdataru terutama. Dan ini butuh intervensi politik, kita akan dorong untuk bisa ke Komisi V DPR RI. Kita akan cari anggota Komisi V dari dapil sini. Kita nanti akan sowan kesana atau bisa intervensi didalam," ujarnya.

Baca juga: Ning Nawal Ajak Duta GenRe Jateng Fokus pada Tugas Tiga Hal Ini, Apa Saja?

Senada, Ketua Komisi C DPRD Kendal, Sisca Meritania menyatakan dirinya sudah berupaya menjalin komunikasi dengan Anggota DPR RI Komisi V dari Partai Gerindra, Novita Wijayanti maupun Anggota DPRD Provinsi Jateng, Mifta Reza untuk bersama-sama mencarikan solusi terbaik guna penanganan tanggul Kali Bodri.

"Saya sudah membuat janji dengan beliau. Jadi setelah dari Cirebon saya langsung menghadap ke Jakarta. Alhamdulillah saya juga sudah berkomunikasi dengan Bapak Mifta Reza selaku dewan provinsi, dan beliau InsyaAllah siap untuk mendampingi saya bertemu dengan Ibu Novita yang kebetulan beliau masih saudara kakak beradik. Semoga ada jalan keluar setelah ini," tegas Sisca.(Anik)