Helo Indonesia

10 Perusahaan Dukung Program Tamasya BKKBN untuk Jawab Tantangan Bonus Demografi

Sabtu, 20 September 2025 19:04
    Bagikan  
10 Perusahaan Dukung Program Tamasya BKKBN untuk Jawab Tantangan Bonus Demografi

Perwakilan 10 perusahaan menunjukkan surat Perjanjian Kerja Sama yang diteken bersama Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Eka Sulistia Ediningsih. Foto: Ist

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Deputi Bidang Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga Kementerian Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nopian Andisti menegaskan, pembangunan keluarga adalah pilar penting dalam pembangunan nasional.

“Tanpa keluarga yang kuat, sejahtera, dan berdaya tahan, sulit rasanya mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Karena itu, kebijakan keluarga tidak bisa dipandang sekadar sebagai isu domestik, tetapi merupakan strategi pembangunan bangsa,” kata Nopian Andisti ketika memberikan sambutan dalam acara Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan Pembinaan Pengasuhan 1.000 Hari Pertama dan Taman Asuh Sayang Anak di Hotel Harris Semarang, Sabtu 20 September 2025.

Baca juga: Gelar Raker, PW GP Ansor Jateng  Susun Program Strategis

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Perwakilan BKKBN Jateng dengan 10 perusahaan/BUMN di Jateng untuk didirikannya Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di beberapa perusahanaan di Provinsi Jawa Tengah.


Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan dari 10 perusahaan dan Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Eka Sulistya Ediningsih, disaksikan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andisti.

Acara ini diikuti sekitar 150 peserta yakni pengasuh TPA di Wilayah Kota Semarang, pengelola program Pembangunan Keluarga tingkat Provinsi Jawa Tengah, pengelola program Pembangunan Keluarga dari Dinas OPD Dalduk KB di Kota Semarang, PKB/PLKB di Wilayah Kota Semarang, Bagian Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Wilayah Kota Semarang, ibu dari anak usia dini, dan mitra kerja terkait.

Bonus Demografi

Nopian juga menyebut, saat ini Indonesia tengah menikmati bonus demografi sebagai hasil perjalanan panjang penurunan angka kelahiran dan kematian. 

“Bonus demografi ini tidak akan menjadi sebuah bonus apabila hanya setengah saja dari usia produktif yang berkontribusi dalam pembangunan, hal ini dapat kita lihat dari tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan sebesar 55,41% lebih rendah dibandingkan dengan TPAK laki-laki yang sebesar 84%,” ujar dia.

Baca juga: Bupati, Dandim, Kapolres dan Masyarakat Punguti Sampah di Pantai Muara Kencana Kendal

Sedangan Tamasya merupakan salah satu Quick Win Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN sebagai upaya menjawab isu kerentanan keluarga dan pemanfaatan bonus demografi.

“Tamasya lahir untuk memastikan praktik pengasuhan anak yang positif tetap bisa dilakukan meskipun anak dititipkan di Tempat Penitipan Anak atau day care,” ujar Nopian.

Dukung Day Care

Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Perwakilan BKKBN Jateng dengan 10 perusahaan yaitu PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk, PT Kilang Pertamina Internasional RU IV Cilacap, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Pertamina Patra Niaga AFT Ahmad Yani.

Baca juga: Grand Opening Ceqiu Pool & Cafe, Arnaz Berharap Ada Regenerasi Pebiliar di Semarang

Selanjutnya Pertamina Patra Niaga AFT Adi Sumarmo, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Semarang, PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Mrica, PLN Nusantara Power unit Pembangkit Rembang, PLN Indonesia Power Unit Pembangkit Cilacap, dan PLN Indonesia Power SUb Unit PLTA Wonogiri.

Manajer Lingkungan SidoMuncul, Amri Cahyono mengatakan, pihaknya mendukung program Tamasya BKKBN ini, agar para pekerja, khususnya perempuan, tidak khawatir meninggalkan anaknya.

“Anak-anak mereka bisa dititipkan di day care. Yang dekat Lokasi kami ada dua day care yaitu di Bawen dan Ungaran. Anak-anak bisa dititipkan di sini, sedangkan ibunya tidak bingung dan bisa bekerja dengan tenang,” ujar Amri. (Aji)