Helo Indonesia

Istana Kembalikan Kartu Liputan Wartawan CNN, Sadari Kekeliruan

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 30 September 2025 05:55
    Bagikan  
PERS
HELO LAMPUNG

PERS - Diana Valencia

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM — Polemik pencabutan kartu identitas (ID) peliputan khusus Istana yang dialami wartawan CNN Indonesia TV, Diana Valencia, akhirnya menemukan titik terang. Senin (29/9/2025), Istana Kepresidenan resmi mengembalikan ID tersebut dan menegaskan bahwa insiden serupa tidak akan terjadi lagi di masa mendatang.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Istana, Muhammad Yusuf Permana, menjelaskan bahwa yang sempat ditarik adalah ID khusus liputan Istana, bukan kartu pers resmi milik Diana sebagai jurnalis.

Baca juga: Pemred Club: Hormati UU Pers, Kembalikan Akses Wartawan ke Istana

“Biro Pers dan Media tidak pernah mengambil ID profesional Mbak Diana. Itu bukan kewenangan kami. Yang diambil hanya ID khusus Istana, dan sekarang sudah kami kembalikan,” ujar Yusuf dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan.

Ia menambahkan, Biro Pers berkomitmen menjunjung tinggi keterbukaan dan kebebasan pers sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. “Kami memastikan kejadian ini tidak akan terulang. Kepala Biro Pers dan Media pun sudah menyampaikan penyesalan atas penarikan ID tersebut,” tegasnya.

CNN Apresiasi Sikap Istana

Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, Titin Rosmasari, menyambut positif pengembalian ID tersebut. Ia menilai dialog yang dilakukan bersama pihak Istana, Dewan Pers, dan komunitas jurnalis menjadi bukti adanya komitmen menjaga iklim kerja pers di lingkup kepresidenan.

“Concern teman-teman pers akhirnya terjawab. Dengan dikembalikannya ID ini, Mbak Diana bisa kembali bekerja seperti sedia kala dengan jaminan perlakuan yang baik,” kata Titin.

Menurutnya, permintaan maaf yang disampaikan Kepala Biro Pers Media dan Informasi, Erlin Suastini, adalah langkah penting. “Jurnalis yang meliput di Istana harus mendapatkan kepastian perlindungan. Itu yang paling utama,” ujarnya.

Titin juga menegaskan bahwa Diana tetap mendapat dukungan penuh dari redaksi. Pertanyaan kritis yang ia ajukan kepada Presiden Prabowo dinilai relevan dan kontekstual. “Bagi kami, Diana adalah contoh jurnalis terbaik yang dimiliki CNN,” imbuhnya.

Harapan dari Diana

Sementara itu, Diana Valencia sendiri mengapresiasi ruang dialog yang dibuka Istana serta pengembalian kartu liputan tersebut. Ia berharap insiden ini menjadi yang terakhir bagi para pewarta di Istana.

“Saya berterima kasih kepada Biro Pers yang berbesar hati meminta maaf dan mengembalikan ID saya. Harapannya, ini jadi yang terakhir. Tidak ada lagi penarikan ID dengan alasan apa pun,” ujar Diana.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika di lapangan, seperti rebutan posisi saat doorstop atau perdebatan soal materi, adalah bagian dari kerja jurnalis. Namun, menurutnya, akses liputan tidak seharusnya dibatasi.

“ID ini adalah pintu masuk bagi kami untuk meliput Presiden dan Istana. Kalau akses itu ditarik, maka kerja kami sebagai jurnalis ikut terhambat,” tandasnya. (HBM)


-