Helo Indonesia

Duo Agus Resmikan, Per Oktober WNI/WNA Masuk Indonesia Wajib Isi Data Satu Pintu di All Indonesia

Sabtu, 4 Oktober 2025 17:58
    Bagikan  

- Satu pintu, All Indonesia. Menko AHY dan Menteri Agus saat resmikan. dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Mulai sekarang atau tepatnya per 1 Oktober 2025, setiap warga negara Indonesia pun warga negara asing (WNI/WNA) yang masuk ke Indonesia wajib melakukan pengisian data satu pintu melalui platform teknologi digital berbasis aplikasi bebas akses bebas unduh di Google PlayStore dan App Store, dan situs yang dirancang untuk menyederhanakan proses deklarasi kedatangan: All Indonesia.

All Indonesia merupakan integrasi layanan publik deklarasi keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu aplikasi berbentuk web (allindonesia.imigrasi.go.id) pun aplikasi mobile yang dapat diunduh di Google Playstore pun App Store, dapat diisi sejak 3 hari sebelum kedatangan, dirancang guna mengurai prosedur kedatangan, dan meningkatkan kenyamanan, serta memberi pengalaman perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi seluruh penumpang.

Pemerintah Indonesia meluncurkan aplikasi ini sebagai sistem deklarasi kedatangan penumpang internasional terpadu dan satu-satunya yang berlaku di seluruh bandara dan pelabuhan di Indonesia. Setiap penumpang tiba dari luar negeri diwajibkan mengisi deklarasi kedatangan via aplikasi ini.

Seperti disitat diakses ulang dari taklimat pers Ditjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), Sabtu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono saat meresmikan menyebut, kesan pertama yang didapat saat lakukan perjalanan ke negara lain didapat saat tiba di bandara atau pelabuhan.

“Seringkali kesan pertama juga jadi kesan terakhir. Karena itu jika ingin orang-orang dari negara lain memiliki kesan yang positif dan kembali ke Indonesia, kita harus dapat memberikan kesan positif itu sejak awal,” ujar Menko Agus, dari itu pemerintah terus berusaha perbaiki layanan publik sesuai arahan Presiden Prabowo, semua berawal dari tata kelola pemerintahan yang baik termasuk tata kelola bandara dan semua yang menjadi pintu masuk Indonesia.

Dan, "Inisiatif ini bukan sekedar gimmick, melainkan kebutuhan mendasar yang bisa menjadi game changer yang berperan signifikan terhadap kemajuan Indonesia," imbuh putra Presiden ke-6 RI, SBY ini.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto seturut, melontarkan ini lompatan.

“All Indonesia mengalami lompatan besar dalam pelayanan publik. Penumpang kini cukup mengisi satu deklarasi, proses pemeriksaan jadi lebih singkat, bahkan bisa menggunakan autogate imigrasi. Inovasi ini tak hanya memudahkan perjalanan tapi juga mendukung pariwisata dan investasi di Indonesia," ujar Menteri Agus.

Eks Wakapolri ini mengimbau penumpang mengisi All Indonesia sebelum kedatangan. Tanpa itu, perjalanan akan lebih lama karena pemeriksaan harus dilakukan secara manual di konter.

All Indonesia telah terkoneksi dengan gerbang koridor untuk pemeriksaan biometrik otomatis bagi penumpang WNI prioritas seperti lansia, difabel pengguna kursi roda, dan anak di bawah umur tanpa pendamping. Gerbang koridor adalah inovasi layanan imigrasi tanpa batas, penumpang internasional prioritas cukup berjalan melewati perangkat berbentuk koridor tersebut untuk menyelesaikan proses pemeriksaan imigrasi.

“Mari bersama kita wujudkan pengalaman masuk ke Indonesia yang lebih cepat, aman, dan modern,” pungkas Menteri Agus.

Apresiatif, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang peluncuran sistem deklarasi aplikasi All Indonesia sebagai inovasi penting dalam layanan publik di pintu masuk negara.

Purbaya bilang, Kemenkeu melalui Ditjen Bea Cukai siap dukung penuh implementasi aplikasi ini. Integrasi layanan deklarasi keimigrasian, kepabeanan, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem akan beri kemudahan nyata masyarakat, percepat proses kedatangan penumpang, perkuat efisiensi layanan di bandara dan pelabuhan Indonesia.

Adapun, sisi pencegahan dan pengendalian penyakit, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengintensi, integrasi deklarasi kesehatan di aplikasi ini adalah langkah strategis memperkuat sistem kewaspadaan dini nasional.

“Melalui All Indonesia, Kementerian Kesehatan dapat lebih cepat mendeteksi penyakit menular atau faktor risiko yang berpotensi menimbulkan wabah. Dengan begitu, respons segera bisa dilakukan di pintu masuk negara sebelum penyakit menyebar lebih luas. Ini jadi bagian penting dari upaya kita jaga kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Menkes Budi.

Senada, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, menggarisbawahi integrasi layanan isolasi dalam All Indonesia selain berorientasi pada penumpang, jadi wujud sinergi jaga keamanan sumber daya hayati Indonesia dari ancaman masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Melalui sistem ini, intensinya, setiap hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya yang dibawa penumpang dari luar negeri dapat terpantau lebih awal dan data yang masuk langsung terkoneksi dengan sistem karantina, sehingga arus penumpang tetap berjalan lancar tanpa mengurangi aspek pengawasan.

"Kami mengajak seluruh pelaku perjalanan untuk disiplin mengisi aplikasi ini, karena satu langkah sederhana ini sangat penting dalam melindungi negeri,” ajak Sahat.

Seperti diselancari, layanan ini mumpuni. Semua informasi terkait imigrasi, bea cukai, kesehatan, hingga karantina, terintegrasi. Publik pelaku perjalanan ke Indonesia lebih praktis, cepat, aman tanpa antre panjang.

Langkah sederhana pengisian All Indonesia: akses allindonesia.imigrasi.go.id, lalu pilih kategori: WNI atau Pengunjung Asing. Lalu Isi Kartu Kedatangan (data pribadi, rincian perjalanan, moda transportasi, dan Deklarasi Bea Cukai). Lalu Klik Submit, dapatkan QR Code, tunjukkan kepada petugas saat tiba. (Muzzamil)