LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Seorang petani tak kuat menahan sakit ginjalnya akhirnya memilih gantung diri di gudang rumahnya, Dusun Wayisom, Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Sabtu (25/10/2025), pukul 11.30 WIB.
Istri dan anaknya, Ariyanto (24) dan Sanimah (50), plyang pertama kali menemui orang yang dicintai mereka, LM (55) telah tewas menggantung pakai tapi tambang ke kasau atas kamar yang dijadikan gudang di belakang rumah.
Awalnya, sepulang dari kebun, mereka tak menemui orangtuanya di kamar tamu, ruang tengah, dan kamar. Mereka kemudian mencarinya hingga keluar rumah. Tak ketemu, mereka kemudian mengecek kamar yang dijadikan gudang.
Ternyata benar, Ariyanto menenukan orangtuanya dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang pada kasau plafon ruangan tersebut. Spontan, Ariyanto berteriak hingga membuat kaget para tetangga.
Aparat pekon setempat melaporkan kejadian itu kepada Babinsa Koramil 424-03/KTA dan Polsek Kotaagung.
Berdasarkan keterangan Sanimah dan keluarga korban lainnya, tiga bulan ini, korban menderita batu ginjal. Meski telah berulangkali diobati, namun belum ada perubahan sehingga kemungkinan membuatnya depresi.
"Korban sering melamun karena menahan rasa sakit yang tidak kunjung sembuh dan telah empat kali dibawa berobat ke Rumah Sakit Mitra Husada, Pringsewu", ungkap Sanimah lewat rilis Kodim 0424 Tanggamus.
Sementara menurut keterangan para tetangga korban, sekira pukul 10.30 WIB. Korban masih terlihat duduk di teras rumahnya, sehingga diperkirakan korban melakukan tindakan bunuh diri sekira pukul 11.00 WIB.
Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, bahwa korban dinyatakan meninggal dunia murni karena bunuh diri, hal ini diperkuat dengan tanda-tanda fisik korban serta keterangan dari para saksi.
Setelah pihak keluarga sepakat, tidak bersedia untuk dilakukan otopsi terhadap korban dan menerima kejadian ini sebagai musibah murni bunuh diri dan siap membuat surat pernyataan, pada pukul 12.50 WIB., Identifikasi terhadap korban selesai, dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman. (Wasis)
