LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----- Satu unit ekskavator mengeruk Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Labuhanratu Dua Kecamatan Way Jepara Lampung Timur. Normalisasi dilakukan guna mengantisipasi banjir sepanjang tahun.
Kepala Desa Labuhanratu Dua Hali Afrian mengatakan, sejak empat puluh tahun terakhir aliran sungai desa yang dipimpinnya sangat memprihatinkan. Puluhan tahun silam, sungai yang melintasi desa tetangga itu lebar sekitar enam meter dan dalam lebih dari dua meter. Saat ini, sungai yang pernah jadi sumber penghidupan warga sekitar lebar tak lebih dua meter dan dalam tak lebih satu meter.
"Dulu untuk cari lauk makan warga cukup ke sungai bawa jala atau pancing. Sekarang kondisinya sangat memprihatinkan," kenang Hali Afrian.
Akibat penyempitan dan kedalaman sungai kian parah ditambah hujan deras mengguyur pekan lalu, air meluap dan merendam puluhan rumah. Akibatnya, ratusan kepala keluarga mengungsi.
Atas bencana itu, Bupati Ela Siti Nuryamah dan jajaran meninjau lokasi banjir. Orang nomor satu di kabupaten itupun memerintahkan jajarannya menurunkan alat berat.
"Alhamdulillah sudah tiga hari ini alat berat sudah mulai kerja,"kata Kades Afrian.
Dengan normalisasi sungai, diharapkan banjir dapat ditekan seoptimal mungkin dan deras air bah dengan cepat sampai di muara.
"Setelah dikeruk, saya berharap banjir tak terjadi lagi. Dan air bah dengan cepat menuju lautan,"ujar kades.
Kades Afrian mengimbau warga tak lagi membuang sampah ke aliran sungai dan limbah lainnya. Selain itu, warga tidak mencemari sungai dengan menebar racun ikan.
"Mari kita menjaga kebersihan sungai dan kita kembalikan sungai kita seperti puluhan tahun silam,"pungkas Afrian.
(Khairuddin)
