Helo Indonesia

Ratusan Koli Dikirim Polri, di Hari Kedua Bencana Banjir Sumut

Aris Mohpian Pumuka - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 30 November 2025 15:41
    Bagikan  
Bantuan Logistik Banjir
heloindonesia

Bantuan Logistik Banjir - Polri kembali mengirim bantuan logistik di hari kedua bencana banjir di Sumatera Selatan.

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Polri kembali mengirim bantuan logistik dalam penanganan bencana banjir yang memasuki hari kedua di Sumatera Utara (Sumut). 

"Kiriman bantuan dari Polri dimaksudkan memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumut," kata Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Erdi A. Chaniago kepada wartawan, pada Minggu (30/11/2025) di Jakarta. 

Dia katakan, sebanyak 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman. 

Pengirim tersebut, katanya,  merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana.

Baca juga: Korban Meninggal Agam 74 Jiwa Akibat Bencana Cuaca Ekstrem

“Polri  terus memantau dan memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujarnya.

Ia merinci, Polri  telah mengirimkan Gajah food sebanyak 57 koli (setara 684 kilogram), perahu karet empat koli (280 Kg), tiang tenda 14 koli (630 Kg), tenda empat koli (316 Kg), dan besi konektor tenda empat koli (200 Kg). 

Selain itu, katanya, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara.

"Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” ucapnya. 

Baca juga: Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru

Sementara perlengkapan teknis lainnya, katanya, antara lain Polri menyalurkan 50 koli MTP-FT (850 Kg) pemanas MTP-FT 25 koli (75 Kg), genset portabel tiga koli (129 Kg), dan panel surya sebanyak tujuh koli (105 Kg).

Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan sebanyak 30 kilogram (3 koli).

“Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” katanya.