Helo Indonesia

Dua Pelari Siksorogo Lawu Meninggal, Ini Dugaan Penyebabnya

Senin, 8 Desember 2025 14:06
    Bagikan  
Dua Pelari Siksorogo Lawu Meninggal, Ini Dugaan Penyebabnya

Kegiatan Trail Run Siksorogo Lawu yang berlangsung di Tawangmangu. Foto: pemprov jtg

KARANGANYAR, HELOINDONESIA.COM - Kabar duka menyelimuti kegiatan trail run Siksorogo Lawu Ultra 2025 yang berlangsung di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Minggu 7 Desember 2025.

Dua pesertanya yaitu Pujo Buntoro (55) asal Karanganyar dan Sigit Poernomo (45) dari Jakarta Pusat, meninggal dunia saat mengikuti lomba untuk mendukung sport tourism tersebut.

Kedua pelari tersebut yang berstatus ASN, dan dilaporkan tak sadarkan diri di tengah perjalanan. Tim medis sebenarnya sudah bekerja keras menolong, namun nyawa kedua peserta tak terselamatkan.

Baca juga: Harga Komoditas Naik Jelang Nataru, Gubernur Jateng Tinjau Pasar Karangayu Semarang

Seperti dikutip dari CNN, Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Mulyadi menjelaskan, Pujo dan Sigit mengikuti race kategori 15 kilometer.

Mulyadi mengatakan, korban Sigit ditemukan pingsan di Bukit Mitis atau di kilometer 12 rute Siksorogo 15 kilometer. Saat kejadian pukul 10.44 WIB, lokasi tersebut sedang hujan lebat.

Menurut dia, salah satu saksi menghubungi petugas PMI dan petugas Marsal yang terdekat dari lokasi. PMI dan Marsal sempat memberikan bantuan namun tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.

Tak berselang lama, kata dia, pihak penyelenggara mendapat informasi ada pelari pingsan di Bukit Cemoro Wayang atau di kilometer 8 rute Siksorogo kategori 15 kilometer. Korban tersebut bernama Pujo Buntoro, dan dinyatakan meninggal saat sedang diberi pertolongan.

"Pukul 10.55 WIB, saksi mendapatkan informasi dari peserta bahwa ada yang pingsan di Bukit Cemoro Wayang atau kilometer 8 rute Siksorogo kategori 15 kilometer. Pada saat tersebut turun hujan yang cukup lebat," terangnya.

Serangan Jantung

Saksi langsung menghubungi pertugas PMI dan Marshal yang tak jauh dari lokasi. Saat memberi pertolongan, korban dinyatakan meninggal dunia.

Karena cuaca kurang bersahabat, korban baru bisa dievakuasi ke bawah pukul 14.30 WIB. Sigit diduga mengalami serangan jantung saat lomba lari dan dievakuasi ke RSUD Karanganyar.

Baca juga: Pevoli Putri USM Sabet Predikat Best Libero di Kejurnas Antarklub U-19 Probolinggo

Sedangkan Pujo Buntoro juga baru bisa dievakuasi pukul 15.30 WIB, karena hujan lebat. Mulyadi menyebut korban memiliki riwayat sesak napas.

Sementara itu, Dewan Pembina Siksorogo Lawu Ultra 2025, Tony Harmoko dalam keterangannya menegaskan, penyelenggara mewajibkan seluruh peserta menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter sebelum mendaftar.

"Kalau di Siksorogo semua harus ada surat sehatnya," ujar Tony seperti dilansir Kompas.com.

Tony menjelaskan, bahwa event lari ini digelar pada 5–7 Desember 2025 dengan total 6.000 peserta. Ada enam kategori yang dipertandingkan: 7 km, 15 km, 30 km, 50 km, 80 km, dan 120 km.

Dia mengatakan, sebelum lari dimulai, korban Sigit sempat terlihat baik-baik saja. Bahkan, ia bertegur sapa. Tony mengaku kenal dengan Sigit. Menurutnya, Sigit bukanlah pelari pemula, tapi memiliki jam terbang tinggi dan intens mengikuti berbagai event lari jarak jauh.

"Sebelum start baik-baik saja dan kami saling tegur sapa. Dia tampak senang," ujar katanya.
Namun begitu lari dimulai, sampai di Km 10, Sigit mengalami kram dan harus mendapatkan pertolongan medis dan masih bisa melanjutkan larinya. Namun di Km 12, dia jatuh pingsan. (Aji)

.