LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji menggelar sosialisasi sekaligus membagikan masker kepada para pelajar di Kecamatan Mesuji.Jumat (16/10/26)
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau yang dapat menyebabkan meningkatnya debu, menurunnya kualitas udara, serta potensi munculnya kabut asap akibat kebakaran lahan dan vegetasi.
Pembagian masker menyasar sejumlah sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK. Selain membagikan masker, BPBD Mesuji memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana selama musim kemarau.
Plt Kepala BPBD Kabupaten Mesuji, Angga Pramudita, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pengurangan risiko bencana sekaligus menjaga kesehatan di tengah kondisi musim kemarau.
“Dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana, BPBD Kabupaten Mesuji melakukan sosialisasi sekaligus membagikan masker kepada siswa-siswi mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA/SMK yang ada di Kecamatan Mesuji,” ujar Angga.
Menurutnya, kondisi kemarau membuat lingkungan menjadi lebih kering sehingga debu lebih mudah beterbangan. Situasi tersebut dapat semakin terasa di kawasan dengan aktivitas kendaraan yang tinggi maupun ruas jalan yang memiliki tingkat paparan debu cukup besar.
Selain itu, musim kemarau juga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan dan vegetasi. Asap yang ditimbulkan dari kebakaran dapat memengaruhi kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan.
“Tujuan sosialisasi dan pembagian masker ini untuk membantu melindungi kesehatan pernapasan siswa-siswi dari penurunan kualitas udara akibat debu ekstrem maupun kabut asap yang dapat terjadi pada musim kemarau,” jelasnya.
Melalui momentum Bulan Pengurangan Risiko Bencana, BPBD Mesuji juga mengajak masyarakat untuk semakin meningkatkan kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Upaya pengurangan risiko bencana, menurutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Pasalnya, kondisi cuaca panas dan lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas.
BPBD Kabupaten Mesuji berharap sosialisasi kepada pelajar tersebut dapat menanamkan kesadaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini. Para pelajar diharapkan tidak hanya mampu menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga dapat ikut menyampaikan pesan-pesan pencegahan dan kesiapsiagaan kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
Dengan meningkatkan edukasi, kewaspadaan dan kepedulian bersama, risiko serta dampak bencana selama musim kemarau di Kabupaten Mesuji diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.(Aan.S)
