Helo Indonesia

Cuaca Ekstrem di Kendal, Ribuan Rumah Terendam Banjir dan Satu Tebing Longsor

Minggu, 18 Januari 2026 09:18
    Bagikan  
Cuaca Ekstrem di Kendal, Ribuan Rumah Terendam Banjir dan Satu Tebing Longsor

Seorang pengendara sedang menuntun motornya dalam kubangan air saat banjir melanda Kabupaten Kendal

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sejak 14 hingga 17 Januari 2026 telah menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Mengacu data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, bencana ini berdampak pada tujuh kecamatan, 26 kelurahan/desa, dengan total 10.539 kepala keluarga atau sekitar 25.239 jiwa terdampak.

Baca juga: PSIS Semarang Tumbang di Kandang Dibekap Deltras FC 0-3, Ini Kata Pelatih Jafri Sastra

Sedikitnya 10.000 rumah warga terendam banjir, sementara satu kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah selatan Kendal.

"Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Kendal serta tingginya curah hujan yang menyebabkan genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter. Wilayah terdampak banjir antara lain Kecamatan Kendal, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Brangsong, Rowosari, Weleri, dan Patean," terang Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo, Minggu 18 Januari 2026.

Sementara itu, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Kalibareang, Kecamatan Patean, tepatnya pada bagian tebing yang mengalami pergerakan tanah akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi. Iwan menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan darurat.

“Kami melakukan monitoring banjir akibat limpasan Sungai Kendal, mendistribusikan bantuan logistik untuk dapur umum, serta melakukan penyedotan air di sejumlah fasilitas publik seperti Puskesmas Kendal 1 dan Kantor Samsat Kendal,” jelasnya.

Siaga dan Waspada

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan waspada menghadapi musim penghujan tahun 2026. Warga juga diminta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau bencana susulan melalui Posko Siaga Bencana BPBD Kendal yang beroperasi 24 jam.

"Untuk kebutuhan darurat, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kabupaten Kendal di nomor 0811 2828 160," tambahnya.

Baca juga: 1.239 Pelajar Putri Bersaing di MilkLife Soccer Challenge Semarang Seri 2, Skill Peserta Dipuji

Sebelumnya, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari juga telah turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang terdampak banjir diantaranya di Desa Karangmulyo Kecamatan Pegandon dan Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Jumat 16 Januari 2026.

Saat meninjau lokasi banjir di Desa Kebonadem yang berbatasan dengan Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu, Bupati Kendal menyebut, berdasarkan pantauan, penyebab banjir di wilayah Kebonadem dan Kumpulrejo lantaran debit air sungai Waridin yang terlalu tinggi hingga meluber ke pemukiman warga. Padahal warga sekitar juga telah memasang pintu atau portal air.

"Banjir terjadi karena debit air sungai terlalu tinggi dan portal air tidak kuat menahan air," terang Bupati Tika sapaan akrabnya.

Untuk itu pihaknya akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Kebencanaan agar OPD terkait dapat segera melakukan penanganan secara optimal dengan menggunakan alokasi dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Kami sudah cek lapangan nanti dari pemerintah desa segera mengajukan surat, kami akan memproses melalui BPBD. Kita tetapkan SK Kebencanaan, kemudian nanti bisa menggunakan dana BTT," lanjutnya.

Baca juga: Pesawat Hilang Kontak, Diperkirakan Jatuh di Maros, Sulawesi Selatan

Ia menyebut, penanganan selanjutnya agar luapan sungai Waridin itu tidak meluber ke pemukiman maka Pemkab Kendal berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memasang portal air di sebelah timur serta meninggikan jembatan.

"Nanti biar ditangani oleh pemerintah desa. Dan Pemkab Kendal akan berupaya untuk meninggikan jembatan Sungai Waridin. Ini sebetulnya di tahun 2026 sudah masuk Renja (rencana kerja) tapi karena efisiensi jadi dicoret. InsyaAllah nanti ada pergeseran," pungkasnya. (Aji)