LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Musala Darussalam menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di musala setempat, Jalan Amir Hamzah No. 9, RT 04, Kelurahan Gotong Royong, Kota Bandarlampung, Selasa (20/1/2026), pukul 20.00–22.00 WIB.
Acara yang dipandu Ustadz Sapto Alfiansyah tersebut diketuai oleh drg. Andhika Abrin. Peringatan Isra Mikraj ini menghadirkan siraman rohani yang disampaikan Ustadz H. Mirza Pahlevi, S.Ag., M.H.I., C.H.I., dengan mengupas makna mendalam peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Warga sekitar musala, mulai dari anak-anak hingga para sesepuh, tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ceramah Ustadz Mirza disampaikan dengan bahasa yang ringan dan diselingi sentuhan jenaka, tanpa mengurangi substansi nasihat yang disampaikan, sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi jamaah.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Mirza menjelaskan bahwa Isra Mikraj merupakan mukjizat besar Nabi Muhammad SAW setelah Al-Qur’an. Peristiwa itu terjadi pada masa penuh duka, yakni setelah wafatnya dua pilar perjuangan dakwah Nabi, pamannya Abu Thalib dan istrinya, Khadijah.

“Allah SWT menghibur Nabi Muhammad SAW melalui perjalanan spiritual dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina (Isra), hingga Sidratul Muntaha (Mikraj),” ujar Ustadz Mirza.
Makna utama dari peristiwa tersebut, lanjutnya, adalah perintah salat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT. Salat menjadi jalan untuk menjaga keimanan, keikhlasan, serta membentuk akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua panitia, drg. Andhika Abrin, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Musala Darussalam. Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin menambah keimanan dan ketakwaan jamaah.
Acara ini turut dihadiri para sesepuh dan tokoh masyarakat sekitar, di antaranya Ketua RT 04 Widarto, Ustadz Samsudin Mappe, Joko Sukowo, Surip Sunardi, Andi Rizki, serta ibu-ibu pengajian Musala Darussalam. (HBM)
