Helo Indonesia

Sering Kecelakaan, Wali Kota Eva Minta PT KAI Lebih Profesional

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Sabtu, 28 Maret 2026 12:20
    Bagikan  
KERETA GANTUNG
HELO LAMPUNG

KERETA GANTUNG - Insya Allah nanti kita akan koordinasi dengan PT KAI agar setiap perlintasan yang berdekatan dengan pemukiman jadi lebih aman lagi, ujar Wali Kota dua periode itu.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana akhirnya berkomentar tentang seringnya kendaraan dan warganya tewas tertemper kereta api. "PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang harusnya lebih profesional," katanya.

Selama ini, PT KAI berlindung di balik Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Sehingga, setiap terjadi kecelakaan, perusahaan negara tersebut terkesan cuci tangan terhadap risiko kecelakaan di perlintasan kereta.

Baca juga: Blokir Rel Mobil Tertemper Kereta, KAI Tk Balik Ingatkan Pidananya

Wali Kota Eva meminta PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, untuk lebih profesional dalam menangani masalah perlintasan yang sering memakan korban. Seharusnya, semua perlintasan dibuat otomatis, ujarnya kepada Heloindonesia.com, Jumat (27/3/2026).

Masih banyak, katanya, palang pintunya manual yang ditarik oleh patugas. Ia juga pernah lihat perlintasan di kabupaten masih ada yang menggunakan kayu panjang atau bambu saja. "Pemkot sebatas membantu saja," tandas Eva.

Wali Kota Eva rencana akan menemui PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang agar memprioritaskan palang pintunya perlintasan kereta api untuk menekan terjadinya kecelakaan kereta api dengan kendaraan Mobil atau sepeda motor.

Baca juga: Mobil Tertemper Babaranjang, Pemilik dan Warga Palang Rel

"Insya Allah nanti kita akan koordinasi dengan PT KAI agar setiap perlintasan yang berdekatan dengan pemukiman jadi lebih aman lagi," ujar Wali Kota dua periode itu.

Untuk Kota Bandarlampung sudah bagus perlintasannya, walaupun ada beberapa yang tidak dijaga petugas. Wali Kota Eva berpesan agar warga waspada setiap melewati lintasan rel kereta api.

" Wali Kota meminta PT KAI Divisi Regional IV Tanjungkarang, untuk lebih profesional dalam menangani masalah perlintasan yang sering memakan korban," ujarnya.

Kasus terakhir, mobil seorang warga tertemper di Jl Sentot Alibasa, Ketapang, Kecamatan Telukbetung Selatan, malam takbiran, Jumat (20/3/2026). Sejumlah orang kemudian memalang rel dengan batangan rel pada Rabu (25/3/2026), pukul 16.00 WIB. (Hajim).