Helo Indonesia

Ketika Jenazah Berbicara: Memoar Menyentuh Brigjen Hastry yang Getarkan Halal Bihalal IKA Medika Undip

Sabtu, 11 April 2026 22:01
    Bagikan  
Ketika Jenazah Berbicara: Memoar Menyentuh Brigjen Hastry yang Getarkan Halal Bihalal IKA Medika Undip

Peluncuran buku Ketika Jenazah Berbicara: Sebuah Memoar karya dr Sumy Hastry Purwanti mewarnai acara halal bihalal IKA Medika Undip yang dirangkai penyerahan donasi buku

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana hangat dan penuh makna terasa sejak awal memasuki Willow Meeting Room, Somerset Semarang, Jumat 10 April 2026. Halal bihalal Ikatan Alumni Kedokteran (IKA) Medika Universitas Diponegoro kali ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum istimewa: peluncuran buku terbaru karya Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti, SpF DFM, berjudul Ketika Jenazah Berbicara: Sebuah Memoar.

Sebagai Ketua IKA Medika Undip sekaligus Karolabdokkes Pusdokkes Polri, Sumy Hastry Purwanti menghadirkan karya yang bukan hanya personal, menyentuh, tetapi juga reflektif atas perjalanan panjangnya di dunia kedokteran forensik.

Baca juga: Gresik Phonska Plus Pukul Popsivo Polwan, Tiket Grand Final Proliga 2026 di Depan Mata

Buku ini menjadi karya ke-7 dalam deretan kontribusinya, setelah sebelumnya menulis buku seperti Dari Bom Bali Hingga Tragedi Sukhoi, Kekerasan Seksual Pada Perempuan: Solusi Integratif dari Forensik Klinik, hingga Ilmu Kedokteran Forensik untuk Kepentingan Penyidikan.

donasi

Dalam sambutannya, dr Hastry mengungkapkan bahwa buku ini telah dipersiapkan selama kurang lebih dua tahun. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari sang suami, dr. Harry Tjahjanto, SpOG, yang turut membiayai proses penerbitan buku tersebut.

“Momentum halal bihalal ini kami jadikan sekalian sebagai launching buku. Rasanya lebih hangat, lebih bermakna karena bisa berbagi dengan keluarga besar IKA Medika,” ungkapnya.

Acara diawali dengan pembacaan doa dan tausiyah oleh dr Ali Maimun, yang menambah nuansa reflektif dalam pertemuan tersebut. Tidak hanya berhenti pada seremoni peluncuran, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial berupa lelang buku.

Disumbangkan

Seluruh hasil lelang disumbangkan untuk Yayasan Kanker Indonesia Cabang Semarang tanpa dipotong biaya produksi. Bahkan, dr Hastry secara khusus menyumbangkan 200 eksemplar buku, yang seluruh hasil penjualannya juga diperuntukkan bagi yayasan tersebut.

Baca juga: Persiapan Popda Jateng, Tim Sepak Bola Rembang Uji Coba Lawan Buncit FC

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam acara ini, di antaranya perwakilan gubernur Jawa Tengah, kapolda Jawa Tengah, wali kota Semarang, hingga jajaran pimpinan Undip dan rumah sakit di Semarang. Kehadiran mereka memperkuat makna bahwa acara ini bukan hanya tentang buku, tetapi juga tentang jejaring, kolaborasi, dan kepedulian.

Testimoni tentang buku "Ketika Jenazah Berbicara" disampaikan dr Indrawan Ekomurtomo,SpOG, sejawat dr Hastry.

Salah satu momen menarik datang dari perwakilan Undip, Wijayanto SIP MSi PhD., Wakil Rektor IV Undip Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, yang mengaku terkesan dengan konsep acara ini.

“Ini pertama kalinya saya menghadiri acara IKA Alumni yang sekaligus launching buku. Apalagi ini buku ketujuh, luar biasa. Ada satu ungkapan: apa yang terucap akan lenyap, apa yang tertulis akan abadi. Melalui buku ini, pemikiran Ibu Hastry akan terus hidup,” ujarnya.

Baca juga: Tim PkM USM Bekali Pelaku UKM Semarang Tengah Strategi Suksesi Bisnis ke Generasi Penerus

Ia juga menambahkan bahwa Undip secara aktif mendorong budaya menulis di kalangan dosen dan mahasiswa. Tahun ini saja, lebih dari 2.500 publikasi jurnal telah dihasilkan. Selain itu, kampus juga memiliki program penerbitan buku gratis bagi dosen serta mendorong mahasiswa untuk mengonversi skripsi menjadi artikel ilmiah atau buku.

Halal bihalal yang biasanya identik dengan saling bermaafan dan reuni, di tangan IKA Medika Undip berubah menjadi ruang produktif, menggabungkan silaturahmi, literasi, dan aksi sosial dalam satu panggung. Sebuah pengingat bahwa ilmu pengetahuan tak hanya untuk disimpan, tetapi juga dibagikan, bahkan hingga memberi manfaat bagi sesama. (Aji)