LAMPUNG-HELOINDONESIA.COM----
Program Tubaba Berkurban tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Sebanyak 558 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, tercatat ikut serta dalam program tersebut melalui skema menabung di BPRS Tani.
Hal itu disampaikan oleh Karyawanto, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Pemkab Tubaba. Ia menjelaskan, setiap ASN yang ingin berkurban menabung sebesar Rp3 juta dengan sistem cicilan Rp300 ribu per bulan selama 10 bulan, dengan batas akhir pelunasan pada April 2026.
“Dari total 558 ASN yang ikut, sebanyak 483 orang hampir dipastikan menyelesaikan tabungan mereka. Hingga Maret, rata-rata tabungan sudah mencapai Rp2,7 juta dan tinggal Rp300 ribu lagi di bulan April,” ujarnya.
Sementara itu, 75 ASN lainnya masih belum optimal karena tabungan mereka masih di bawah Rp1 juta, yang sebagian besar berasal dari kalangan guru.
Adapun rincian 558 ASN yang mengikuti program ini terdiri dari:
36 pejabat eselon II (Kepala OPD)
10 Kepala Bagian (Kabag)
144 Kepala Bidang dan Sekretaris
307 pejabat fungsional
45 guru
16 kepala Puskesmas
Karyawanto menjelaskan, seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk membeli kambing sebagai hewan kurban. Dengan jumlah ASN yang hampir menyelesaikan tabungan, diperkirakan akan ada sekitar 483 ekor kambing yang dibeli.
“Semua kambing akan dibeli dari peternak lokal. Ini tidak hanya ibadah, tapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Nantinya, kambing-kambing tersebut akan didistribusikan ke 103 tiyuh dan kelurahan di Tubaba, serta sejumlah titik lain seperti kawasan Pemda, MUI, Kejaksaan, Polres, hingga insan pers. Pembagian dilakukan secara proporsional, dengan estimasi setiap tiyuh menerima 2 hingga 3 ekor kambing.
Selanjutnya, dana tersebut akan disalurkan ke kecamatan dan tiyuh untuk pembelian kambing langsung dari warga setempat. Sebagian pengadaan juga akan melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Program Tubaba Berkurban tahun ini mengalami lonjakan partisipasi dibandingkan tahun 2025, yang hanya diikuti oleh 243 ASN.
“Artinya ada peningkatan yang sangat signifikan. Bahkan ke depan akan ditambah dengan kurban dari Baznas, perbankan, hingga Presiden,” tambahnya.
Program Tubaba Berkurban merupakan gerakan sosial keagamaan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Tubaba. Program ini bertujuan mendorong ASN untuk menabung sejak dini guna menunaikan ibadah kurban saat Idul Adha.
Selain meningkatkan kepedulian sosial dan nilai kebersamaan, program ini juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pembelian hewan kurban dari peternak setempat.
“Dengan capaian tahun ini, Tubaba Berkurban diharapkan menjadi model kolaborasi antara ibadah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,”Imbuhnya (Rohman)
