TUBABA, HELOINDONESIA.COM -- Lapangan utama, pura sekolah, hingga ruang perpustakaan SMAN 1 Pagar Dewa, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mendadak hening pada Jumat (11/9/26). Ratusan siswa bersama guru kompak menggelar doa lintas agama demi meminta hujan.
Aksi serentak ini menjadi respons warga sekolah terhadap arahan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, karena sudah dua bulan terakhir provinsi Lampung mengalami kekeringan ekstrem.

Langkah spiritual ini menyusul imbauan sang gubernur setelah memimpin langsung Salat Istisqo bersama jajaran ASN di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung pada Kamis (10/9/26).
Pada hari yang sama, Pemprov Lampung mengeluarkan surat edaran resmi agar seluruh instansi dan sekolah serentak memanjatkan doa bersama. Imbauan ini bertujuan agar semakin banyak masyarakat yang mendoakan dan apa yang diharapkan bisa segera diijabah.
Pelaksanaan ibadah di sekolah ini dibagi sesuai dengan keyakinan masing-masing secara khusyuk. Siswa muslim memadati lapangan utama sekolah untuk melaksanakan Salat Istisqo berjamaah yang dipimpin oleh Pak Biyana.
Suasana di lapangan begitu syahdu saat para murid tertunduk membaca istigfar dan memohon ampunan agar kemarau panjang ini bisa cepat selesai.
Sementara itu, siswa Hindu berkumpul dengan tenang di Pura SMAN 1 Pagar Dewa untuk melaksanakan sembahyang. Mereka menyalakan dupa, mencakupkan tangan di dada, dan merapalkan mantra suci guna memohon berkah kesuburan bagi bumi.
Di tempat lain, siswa Kristen memakai ruang perpustakaan sekolah untuk menyanyikan puji-pujian rohani yang damai dan berdoa dengan tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa agar air bersih kembali melimpah.
Perbedaan cara ibadah ini memperlihatkan indahnya toleransi di lingkungan sekolah. Semua murid berharap doa tulus mereka diijabah oleh Yang Maha Kuasa agar hujan secepatnya turun membasahi Lampung.
Selain itu, aksi ini diharapkan menjadi agenda rutin agar SMAN 1 Pagar Dewa selalu aktif dalam kegiatan keagamaan, serta membawa berkah bagi sektor pertanian dan menjauhkan wilayah dari polusi debu yang mengganggu kesehatan warga. ***
Pengarang: Roro Amelia Tia Salma Hadi dari kelas 12 B2
