Helo Indonesia

Sinergi Global, USM LCC Garap Pelatihan Bahasa Indonesia untuk Ekspatriat PT Donlim Technology

Jumat, 17 April 2026 21:48
    Bagikan  
Sinergi Global, USM LCC Garap Pelatihan Bahasa Indonesia untuk Ekspatriat PT Donlim Technology

Tim USM LCC yang dipimpin Adi Ekopriyono melakukan kunjuangn ke PT Donlim Technology Indonesia di Demak

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Langkah strategis ditempuh oleh Pusat Bahasa dan Budaya Universitas Semarang (USM LCC) dalam menjembatani komunikasi lintas budaya di dunia industri. Pada Kamis (16/4/26), tim elit USM LCC resmi menyambangi markas besar PT Donlim Technology Indonesia (DTI) di Jatengland Industrial Park Sayung, Demak.

Dipimpin langsung oleh Direktur LCC Adi Ekopriyono, tim yang membawa misi penguatan kompetensi bahasa ini membawa amunisi lengkap, termasuk kehadiran Vicent, native speaker asal Taiwan, untuk memastikan transisi komunikasi berjalan mulus.

Baca juga: Bhayangkara Ciptakan Skenario Dream Match Lawan LavAni di Grand Final Proliga 2026

Kunjungan tersebut sebagai langkah awal kerja sama LCC dan DTI, terkait dengan pelatihan Bahasa Indonesia bagi para tenaga kerja asing. Tidak tertutup kemungkinan, kerja sama berlanjut ke aspek yang lain, misalnya terkait dengan penyelenggaraan job fair.

PT Donlim Technology Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi berbagai peralatan rumah tangga elektronik seperti oven, blender, hingga mesin kopi yang diekspor ke hampir seluruh belahan dunia.

Perusahaan itu merupakan bagian dari salah satu produsen peralatan rumah tangga terkemuka di Tiongkok.

Baca juga: Jangan Biarkan Aliran Darah Tersendat, Otot Nyeri, Atasi dengan Terapi Dry Needling

Saat ini, DTI mempekerjaan sekitar 4.000 tenaga kerja lokal dari Demak dan sekitarnya, serta 200-an tenaga kerja dari Tiongkok. Untuk memperlancar komunikasi antarkaryawan dan relasi, diperlukan keterampilan berbahasa Indonesia, terutama yang berhubungan dengan produk, pemasaran, dan percakapan sehari-hari.

''LCC terbuka untuk perusahaan-perusahaan yang ingin meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing,'' kata Adi Eko. (Aji)