Helo Indonesia

Angka Unmet Need Naik, BKKBN Jateng Siapkan Langkah Agresif di Rakortek Bangga Kencana

1 jam 45 menit lalu
    Bagikan  
Angka Unmet Need Naik, BKKBN Jateng Siapkan Langkah Agresif di Rakortek Bangga Kencana

Kaper BKKBN Jateng Rusman Efendi saat hadir di acara Rakortek Bangga Kencana

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Menghadapi tantangan kependudukan tahun 2026, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Program Bangga Kencana di Hotel Horizon Ultima Sentraland, Semarang (22-23 April 2026).

Gelaran ini menjadi salah satu momentum strategis dalam mengevaluasi capaian tahun 2025 sekaligus menyelaraskan langkah ke depan khususnya dalam implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), pelaksanaan Program Prioritas dan pelayanan program KB kepada masyarakat.

Baca juga: FH USM-Peradi Gelar PKPA, Komitmen Lahirkan Advokat Humanis dan Berkualitas

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir Rusman Efendi MM, mengungkapkan bahwa meski tren capaian program secara umum menunjukkan angka positif, masih ada beberapa "pekerjaan rumah" yang harus segera dituntaskan.

“Capaian Program Bangga Kencana di Jateng sudah menunjukkan tren positif, namun tentu saja penguatan tetap diperlukan. Hal ini tentu merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, serta sinergi yang baik antara antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh mitra kerja terkait,'' kata Rusman.

Namun demikian, di tengah berbagai capaian tersebut, masih terdapat beberapa indikator strategis yang perlu menjadi perhatian bersama antara lain ; angka kelahiran menurut kelompok umur 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate/ASFR 15-19) di Jateng yang masih cukup tinggi yakni sebesar 20,4 per 1.000 perempuan 15-19 tahun.

Selain itu, proporsi Kebutuhan KB yang terlayani (Demand Satisfied) di Jateng baru tercapai sebesar 86,30 persen dari target 87,23. Kondisi ini ditengarai dipengaruhi oleh meningkatnya angka unmet need dari 9,3 menjadi 10 persen.

“Oleh karenanya, pada tahun 2026 kita perlu lebih memfokuskan upaya pada penurunan unmet need guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan serta meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi modern pada pelayanan KB baru, KB pasca persalinan, serta penggunaan MKJP. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran,” paparnya lagi.

Perkuat Sinergitas

Selain itu, sinergitas kuat lintas sektor berbagai program Bangga Kencana berbasis siklus hidup seperti BKB, BKR, BKL, UPPKA, hingga program prioritas seperti GENTING, GATI, TAMASYA, SIDAYA serta SuperAps yang mengacu pada Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai dokumen perencanaan strategis jangka panjang berbasis siklus kehidupan diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam percepatan penurunan stunting dan mewujudkan keluarga berkualitas di Jateng.

Baca juga: PWI Jateng Kirim Doa Lewat Khataman Al-Quran dan Tahlil Hari Ketujuh untuk Almarhum Zulmansyah

Hal ini tentu saja sejalan dengan arah kebijakan nasional dan transformasi kelembagaan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN.

“Dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga melalui program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita non-PAUD (MBG 3B) juga telah menjadi bagian integral dalam percepatan penurunan stunting,'' tutup Rusman.


Melalui Rapat Koordinasi Teknis Program Bangga Kencana diharapkan implementasi PJPK, penguatan program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, serta pembangunan keluarga berbasis siklus hidup dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi dan berdampak nyata dalam meningkatkan kualitas keluarga dan sumber daya manusia di Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan Rakortek Bangga Kencana Jawa Tengah 2026 ini dihadiri oleh Sekretaris dinas OPD Dalduk KB Kab/Kota, Kabid KB, serta Pengelola Program KB Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota di Jateng. (Aji)