LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Alih-alih fokus mencari resep jitu mengatasi banjir di Kota Bandarlampung, dua pejabat malah viral ngegas - istilah kekinian saat bicara dengan intonasi tinggi alias marah atau ngamuk -- saat FGD Banjir di Kampus Darmajaya, Selasa (28/4/2026).
"Nyo caro weeehhh, pejabat publik kok pada ngamukan begini, ya walkot, ya kadis," ujar pengamat dan penggiat pendidikan Gino Vanolie di Whatsapp Grup Ruang Dialektika Helo, Kamis (30/4/2026).
"Pejabatkan pelayan masyarakat, jangan sering-sering buat drama sehingga gaduh dan akhirnya menghilangkan tujuan pentingnya," kata Haryadi, bankir internasional di Jakarta. Anggota whatsapp grup lainnya beragam komentar menanggapi fenomena sensitifnya urat emosi para pejabat
Menurut Guru Besar Malahayati, Prof Sudjarwo, berteriak di depan publik, apalagi itu seorang pejabat, bukan hanya membuat diskusi tak kondusif tapi sekaligus menunjukkan ketidakmampuannya mengendalikan diri.
Baca juga: FGD Banjir, Emosi Eva Meledak dan Tunjuk-Tunjuk Kepala BBWS Bohong
Pejabat pertama yang ngegas adalah Wali Kota Eva Dwiana yang tersenggol urat emosinya saat Kepala BBWS Elroy Koyari mengatakan sudah bekerja atasi banjir dan mengkritik tak adanya blue print mengatasi banjir di Kota Bandarlampung.
Kepala daerah dua periode ini langsung "menyembur" dengan berulang kali mengatakan Elroy Koyari pembohong sambil menunjuk-nunjuk dari posisi berdiri hingga duduk di panggung diskusi. Elroy Koyari menanggapinya dengan senyum.
Ternyata di salah satu meja peserta diskusi, ada kepala dinas yang tersulut juga urat emosinya. Sang pejabat diduga ngamuk saat pandangannya ke arah panggung diskusi terhalang sejumlah wartawan yang mengabadikan hot-nya debat peserta diskusi.
Kadis PSDA Lampung Febrizal Levi Sukmana semakin ngamuk begitu tahu insiden tersebut jadi berita. "Gua gebuk bener, gua suruh cari Wildan, wartawan mana dia!" tandasnya. Terancam, Wildan melaporkan ancaman ke Polresta Bandarlampung, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Kadis Ancam Gebuk Wartawan ke Ranah Hukum, Dilaporkan ke Polresta Balam
Tak semua melihat Levi sosok yang emosional. Bagus S Pribadi, sekretaris Dewan Kesenian Lampung (DKL) justru melihat dirinya baik dan ceria. "Sebenarnya, Levi itu orangnya baik, gak kayak pejabat, sering berseloroh," ujarnya.
Ada lagi rahasia kecilnya. "Sewaktu mahasiswa di Bandung, dia hobi musik dan menamakan grup bandnya Kolor Rombeng, lagunya unik-unik," pungkas pecinta lagu ini.
Kawannya yang lain japri Heloindonesia.com. "Levi itu orang baik, murah senyum, bersahabat dengan siapapun, ramah, gak mentang-mentang," ujar Gurmewa. Aktivis ini menduga kawannya terlalu serius diskusi sebagai bagian dari tanggungjawabnya sebagai kepala Dinas PSDA. "Kondisi Beliau juga kurang sehat," tutupnya. (HBM)
