MESUJI, HELOINDONESIA.COM -- Seperti kesehariannya, Suradi mengendalikan eskavatornya buat membantu warga. Namun, Selasa (12/5/2026), ada yang aneh: alat beratnya masih menderu, namun sang operator hanya diam. Ternyata, pekerja keras dan ramah itu meninggal dunia di kursi eskavator.
Warga tak menyangka, Suradi, seorang operator ekskavator yang dikenal pekerja keras dan ramah, ditemukan meninggal dunia di atas alat berat yang sehari-hari menjadi teman mencari nafkahnya saat bekerja di Desa Berasan Makmur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji.

Suradi meninggal di atas eskavatornya
Peristiwa itu terjadi saat almarhum tengah bekerja di kebun milik warga. Siang itu, suasana mendadak berubah pilu ketika warga yang melintas melihat ekskavator masih menyala, namun tak bergerak sedikit pun.
Rasa curiga membuat beberapa warga mendekat. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati Suradi sudah terbaring tak bernyawa di kursi operator, di atas mesin besar yang selama ini menghidupi keluarganya.
“Warga kemudian mendekati alat berat tersebut dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar salah seorang warga dengan nada sedih.
Kabar kepergian Suradi cepat menyebar ke seluruh desa. Tangis dan rasa kehilangan pun tak terbendung. Sebab, almarhum bukan hanya dikenal sebagai operator ekskavator, tetapi juga sosok Ketua RT yang dekat dengan masyarakat, ringan tangan, dan selalu hadir saat warga membutuhkan bantuan.
Tak ada yang menyangka hari itu menjadi perjalanan terakhirnya.
Beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia, Suradi masih terlihat sehat. Seorang warga bahkan mengaku sempat bertemu dengannya sekitar pukul 10.00 WIB di SPBU saat almarhum mengisi bahan bakar ekskavator.
“Pagi tadi saya masih ngobrol dengan beliau di pom bensin. Beliau terlihat sehat seperti biasa. Tidak ada firasat apa-apa. Saya benar-benar tidak menyangka sore harinya beliau sudah tiada,” tuturnya lirih.
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya korban belum diketahui. Dugaan sementara, almarhum mengalami gangguan kesehatan mendadak saat bekerja. Namun bagi warga desa, kabar itu tetap terasa begitu berat untuk dipercaya.
Malam harinya, jenazah Suradi langsung dimakamkan di pemakaman desa setempat.
Langkah pelayat mengiringi kepergian almarhum dalam suasana haru. Doa-doa dipanjatkan, sementara keluarga berusaha tegar melepas sosok yang selama ini menjadi sandaran dan teladan di tengah masyarakat.
Di mata warga Desa Berasan Makmur, Suradi adalah gambaran lelaki sederhana yang menghabiskan hidupnya untuk bekerja dan mengabdi kepada lingkungan sekitar. Ia pergi dalam sunyi, di atas alat berat yang setiap hari ia kendalikan demi mencari rezeki halal bagi keluarganya.
Warga pun mendoakan agar almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi kehilangan yang begitu mendalam. (Aan.S)
