LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Setelah senior Partai Golkar Lampung Alzier Dianis Thabranie, kini giliran kader muda partai, Miftahul Huda mengkritik kepemimpinan Hanan A Rozak. Sejak dilantik 30 November 2025, mereka menilai terjadi pengkhianatan terhadap PDLT.
PDLT adalah singkatan dari prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela. Kriteria ini yang jadi syarat yang harus dipenuhi setiap kader yang hendak menduduki kursi strategis partai, baik sebagai pengurus, ketum, maupun calon legislatif (caleg) dan calon kepala daerah (cakada).
Baca juga: Alzier: Copot Hanan, Bikin Resah Kader dan Gerus Elektabilitas Golkar Lampung
Kenyataannya, baru tujuh bulan mengemban amanah, Alzier dan Miftahul Huda menilai telah terjadi penyimpangan dan ini membuat resah para kader sekaligus berpotensi menurunkan elektabilitas Partai Golkar Lampung pada tahun 2029.
Dicontohkan mereka, Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Kota Bandarlampung dan Kabupaten Tanggamus sempat berlarut-larut sampai para peserta musda setuju dengan calon tunggal yang dikehendaki DPD I Partai Golkar Lampung.
Miftahul Huda, Ketua AMPG Kota Bandarlampung Periode 2020-2025 menilai hal itu menghambat proses reorganisasi dalam tubuh Partai Golkar itu sendiri. Musda tanpa batas waktu yang jelas ini tentu saja sangat merugikan Partai Golkar karena ketiadaan sosok ketua yang definitif.
Pimpinan partai seharusnya adalah kader yang berprestasi, punya kontribusi nyata terhadap partai, bukannya berdasarkan kekerabatan, keluarga, atau "kocoisme" dengan para pimpinan partai. Sebagai organisasi politik, kontribusinya bisa diukur dari perolehan kursi DPRD ataupun dalam pilkada.
Menurut Miftahul Huda, masih banyak kader Partai Golkar yang juga merupakan anggota DPRD baik provinsi maupun kabupaten kota yang lebih layak untuk memimpin berdasarkan pertimbangan PDLT sebagai prinsip doktrin utama dalam kaderisasi di Partai Golkar.
Dia mengatakan keresahan kader akibat munculnya sosok calon yang 'disodorkan" yang tidak berprestasi atau tidak sesuai AD/ART, Juklak, dan prinsip doktrin PDLT agar roda organisasi kembali berputar demi kebesaran Partai Golkar. Karena Golkar adalah partai kader, milik semua kader, dan suara rakyat adalah suara Golkar. (HBM)
