Helo Indonesia

Hadirkan Tere Liye hingga Manuskrip KH Bisri Mustofa, Pemprov Jateng Siap Gelar Festival Literasi 2026

48 menit lalu
    Bagikan  
Hadirkan Tere Liye hingga Manuskrip KH Bisri Mustofa, Pemprov Jateng Siap Gelar Festival Literasi 2026

Bunda Literasi Jateng Hj Nawal Arafah Yasin saat audiensi dengan Kadinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng Rahmah Nur Hayati

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mendorong terwujudnya budaya literasi di masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Festival Literasi 2026. Event tersebut rencananya selama tiga hari pada September 2026, di Uptown Mall BSB Mijen Semarang.

Kegiatan tersebut dirancang menjadi ajang literasi yang melibatkan masyarakat luas dengan menghadirkan beragam kegiatan edukatif, seni, hingga pameran manuskrip bersejarah.

Baca juga: Wali Kota Eva Dwiana Dukung Penuh Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027

Hal itu dikatakan Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin MSi usai audiensi dengan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati, di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Kamis 16 Juli 2026.

"Insyaallah Festival Literasi akan kami selenggarakan pada September. Kami melibatkan para pegiat literasi dari 35 kabupaten/kota dan Insyaallah akan dihadiri oleh Tere Liye," ujar Nawal, yang menjalankan program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin.

Dia mengatakan, selain melibatkan para pegiat literasi dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, penulis nasional Tere Liye juga dijadwalkan hadir.

Dijelaskan Ning Nawal, sapaan akrabnya, festival ini tidak hanya dipusatkan di lingkungan perpustakaan. Tetapi dirancang menjadi ruang interaksi masyarakat dengan berbagai aktivitas literasi yang menarik.

Beragam agenda telah disiapkan. Mulai dari bedah buku, seminar, hingga pentas seni yang melibatkan kelompok teater dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Juga ada berbagai perlombaan bertema literasi yang telah digelar sebagai rangkaian praacara sebelum festival berlangsung.

"Kami ingin mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat. Jadi bukan hanya kegiatan yang dilakukan di perpustakaan, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk belajar, berdiskusi, dan berkarya," katanya.

65 Stan

Selama penyelenggaraan festival, panitia juga menyiapkan sekitar 65 stan yang akan diisi perwakilan kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Sedangkan stan lainnya akan diisi penerbit, percetakan, serta pelaku industri buku.

Sejumlah penerbit nasional dijadwalkan ikut berpartisipasi untuk memperkenalkan berbagai koleksi buku kepada masyarakat.

Salah satu daya tarik utama Festival Literasi Jawa Tengah adalah pameran manuskrip kitab-kitab klasik karya ulama asal Jawa Tengah. Manuskrip tersebut akan dipamerkan kepada publik sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan intelektual dan khazanah keilmuan daerah.

Baca juga: Kasus Utak Atik WTP, KPK Periksa Bobby dan Lingkarannya

Di antaranya adalah manuskrip karya ulama kharismatik KH Bisri Mustofa. Yakni, ayah dari budayawan sekaligus ulama KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Manuskrip itu ditulis dalam bahasa Arab dan telah menjadi bagian penting dari sejarah keilmuan Islam di Indonesia.

Selain pameran manuskrip, festival juga akan menghadirkan berbagai kompetisi dan kegiatan edukatif. Seperti literasi untuk santri, debat mahasiswa, hingga lomba drum band bagi anak-anak PAUD.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pihaknya berharap Festival Literasi dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pegiat literasi, akademisi, penerbit, pelajar, santri, hingga masyarakat umum untuk menumbuhkan budaya membaca dan memperkuat ekosistem literasi di Jawa Tengah. (Aji)