REMBANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar Job Fair 2026 selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23/7/2026), di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker). Kegiatan tersebut menghadirkan 3.224 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan.
Bupati Rembang, H. Harno, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) , Fery Sumardi menyampaikan bahwa terciptanya masyarakat yang sejahtera tidak terlepas dari tersedianya kesempatan kerja. Karena itu, Pemkab Rembang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan sekaligus memperluas akses informasi ketenagakerjaan, salah satunya melalui penyelenggaraan Job Fair.
"Di sini ada 3.000 lebih lowongan karyawan yang dibutuhkan. Ada perusahaan dari Rembang, ada juga dari luar Rembang. Dengan job fair ini harapannya di Rembang tidak ada lagi yang menganggur," ujar Harno.
Baca juga: UKW Angkatan 42 PWI Jateng-Semen Gresik Tambah 17 Wartawan Kompeten
Ia menambahkan, penyelenggaraan Job Fair menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Selain membuka peluang kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Rembang.
Upaya tersebut sejalan dengan capaian sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Rembang. Berdasarkan data Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Rembang tercatat sebesar 2,90 persen, menempatkan Rembang sebagai daerah dengan peringkat ketiga terendah di Jawa Tengah.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata TPT Provinsi Jawa Tengah yang mencapai 4,66 persen. Capaian itu menunjukkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Rembang relatif lebih baik dibandingkan sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Salah seorang pencari kerja, Muhammad Ridwan, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Rembang, mengaku memanfaatkan Job Fair untuk melamar pekerjaan di dua perusahaan. Penyandang disabilitas tersebut berharap kesempatan yang tersedia dapat membawanya memperoleh pekerjaan.
"Di HSK sama PWI, saya kira cukup membantu Job Fair ini. Semoga Job Fair ini bisa membantu saya memperoleh pekerjaan supaya tidak menganggur," ungkap Ridwan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Rembang berharap semakin banyak masyarakat yang terserap ke dunia kerja. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha diharapkan terus diperkuat guna menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Job Fair Rembang Buka Ribuan Lowongan, Perluas Kesempatan Kerja bagi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar Job Fair 2026 selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23/7/2026), di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker). Kegiatan tersebut menghadirkan 3.224 lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan.
Bupati Rembang Harno, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) , Fery Sumardi menyampaikan bahwa terciptanya masyarakat yang sejahtera tidak terlepas dari tersedianya kesempatan kerja. Karena itu, Pemkab Rembang terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan sekaligus memperluas akses informasi ketenagakerjaan, salah satunya melalui penyelenggaraan Job Fair.
"Di sini ada 3.000 lebih lowongan karyawan yang dibutuhkan. Ada perusahaan dari Rembang, ada juga dari luar Rembang. Dengan job fair ini harapannya di Rembang tidak ada lagi yang menganggur," ujar Harno.
Baca juga: Gandeng Pakar Undip, D3 Manajemen Perusahaan USM Pertajam Kurikulum Berbasis OBE
Ia menambahkan, penyelenggaraan Job Fair menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Selain membuka peluang kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Rembang.
Upaya tersebut sejalan dengan capaian sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Rembang. Berdasarkan data Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Rembang tercatat sebesar 2, persen, menempatkan Rembang sebagai daerah dengan peringkat kelima terendah di Jateng,
Angka tersebut lebih rendah 1,57 persen dibandingkan rata-rata TPT Provinsi Jateng yang mencapai 4,66 persen. Capaian itu menunjukkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Rembang relatif lebih baik dibandingkan sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Baca juga: Perkuat Mutu Pembelajaran, S1 Manajemen USM Evaluasi Implementasi Kurikulum OBE
Salah seorang pencari kerja, Muhammad Ridwan, warga Desa Sumberjo, Kecamatan Rembang, mengaku memanfaatkan Job Fair untuk melamar pekerjaan di dua perusahaan. Penyandang disabilitas tersebut berharap kesempatan yang tersedia dapat membawanya memperoleh pekerjaan.
"Di HSK sama PWI, saya kira cukup membantu Job Fair ini. Semoga Job Fair ini bisa membantu saya memperoleh pekerjaan supaya tidak menganggur," ungkap pemuda penyandang disabilitas itu.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Rembang berharap semakin banyak masyarakat yang terserap ke dunia kerja. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha diharapkan terus diperkuat guna menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Aji)
