TANGGAMUS LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM ----Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto memimpin Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanggamus di Ruang Rapat Kantor Wakil Bupati, Senin (27/7/2026).
Rapat membahas perkembangan inflasi, kondisi harga pangan, neraca komoditas, hingga langkah-langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan pemerintah daerah sepanjang 2026.
Hadir dalam rapat tersebut, Asiaten II Sekdakab Tanggamus, Kadis Nakbun, Kadis Perikanan, Kadis Naker dan Perwakilan OPD.
Laporan yang disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus, Hendra Wijaya Mega, menunjukkan inflasi nasional secara year on year (y-on-y) pada Juni 2026 tercatat 3,34 persen, sedangkan inflasi Provinsi Lampung berada di angka 2,46 persen.
Dalam paparannya juga dijelaskan bahwa sejumlah komoditas masih menjadi penyumbang inflasi, di antaranya emas perhiasan, bensin, ikan segar dan beras di tingkat nasional. Sementara di Lampung, kelompok makanan, minuman dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi.
Berdasarkan pemantauan harga melalui aplikasi SIKOPP, mayoritas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Tanggamus masih relatif stabil. Beberapa komoditas seperti cabai merah besar, cabai rawit dan bawang merah mengalami penurunan harga, sedangkan telur ayam ras mengalami kenaikan tipis. Harga beras medium, gula pasir, minyak goreng, daging ayam maupun daging sapi masih berada pada posisi stabil.
Sementara itu, neraca pangan Kabupaten Tanggamus menunjukkan ketersediaan sejumlah komoditas utama masih jauh di atas kebutuhan masyarakat. Ketersediaan beras mencapai 106.675 ton dengan kebutuhan sekitar 5.297 ton, sehingga masih terdapat surplus lebih dari 101 ribu ton. Kondisi surplus juga terjadi pada jagung, kedelai, cabai, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam ras.
Wakil Bupati Agus Suranto mengatakan pengendalian inflasi harus terus dilakukan secara terukur melalui sinergi seluruh perangkat daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri. Seluruh OPD harus terus memperkuat koordinasi, memantau perkembangan harga, memastikan ketersediaan stok pangan, serta melakukan langkah cepat apabila terjadi gejolak harga di lapangan," ujar Agus Suranto.
Ia menegaskan berbagai program yang telah berjalan, mulai dari pasar murah, gerakan pangan murah, penetrasi pasar, hingga monitoring distribusi pangan harus terus dilanjutkan agar inflasi di Kabupaten Tanggamus tetap terkendali.
"Kita ingin masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan pasokan tetap tersedia. Karena itu seluruh upaya pengendalian inflasi harus terus dijalankan secara konsisten," tegasnya.
Sepanjang tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah melaksanakan berbagai langkah pengendalian inflasi, di antaranya penyusunan roadmap TPID, penyelenggaraan high level meeting, gerakan pangan murah, bazar pasar murah, operasi pasar LPG bersubsidi, monitoring distribusi BBM, penyusunan neraca pangan, hingga penetrasi pasar di sejumlah kecamatan.
Melalui rapat tersebut, TPID Kabupaten Tanggamus berkomitmen terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang momentum-momentum tertentu.(rls)
