Helo Indonesia

Gus Rosikh: Siapapun yang Terpilih Rois Aam dan Ketum PBNU,  Samina wa Athana,

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
17 jam 19 menit lalu
    Bagikan  
NU
HELO LAMPUNG

NU - KH Achmad Rosikh Roghibi (Gus Rosikh)

JOMBANG, HELOINDONESIA.COM - KH Achmad Rosikh Roghibi (Gus Rosikh), Pengasuh Pondok Pesantren Ma'hadul Ilmi Asy-Syar'i Sarang, Rembang, menekankan pentingnya sikap patuh, ikhlas, dan menghormati keputusan forum tertinggi organisasi dalam menyikapi dinamika pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Prinsip utama dari pandangan tersebut mencakup beberapa poin krusial berikut : Sami'na wa Atha'na, Siapapun tokoh yang mendapatkan amanah dan terpilih secara sah sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 NU wajib dihormati serta didukung oleh seluruh warga Nahdliyin.

undefined

Gus Rosikh menekankan untuk Menjaga Marwah Jam'iyah, Menghormati ketua terpilih merupakan perwujudan dari akhlak kepesantrenan untuk menjaga wibawa, keutuhan, dan persatuan di dalam tubuh organisasi.

Kembali ke Khittoh 1926
Gus Rosikh mengingatkan agar kontestasi tidak dicemari oleh polarisasi politik praktis atau materi (cuan), melainkan fokus mengembalikan kendali PBNU kepada tradisi pesantren dan para ulama.

Kepemimpinan Abad Kedua: Menurut Gus Rosikh, pemimpin yang terpilih diharapkan membawa arah (roadmap) yang jelas serta mampu menjawab tantangan global tanpa mengorbankan independensi NU.

Gus Rosikh mempertegas Siapapun yang terpilih sebagai Rois Aam PBNU dan Ketum Tanfidziyah PBNU harus berpihak dan mengedepankan kepada kepentingan Kyai, Kepentingan Pondok Pesantren serta harus lebih mengutamakan kemashlahatan warga nahdliyin dan lebih berperan dalam mengisi kemerdekaan dan harus lebih berkontribusi nyata untuk kebaikan, kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi Bangsa dan Negara Indonesia. (RLS)