Helo Indonesia

Tak Ada Bencana, Trotoar Sultan Agung Tiba-tiba Ambruk, DPRD Pertanyakan Proyek Rp21 Miliar

1 jam 0 menit lalu
    Bagikan  
Tak Ada Bencana, Trotoar Sultan Agung Tiba-tiba Ambruk, DPRD Pertanyakan Proyek Rp21 Miliar
HELO LAMPUNG

Rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Trotoar di Jalan Sultan Agung, Kota Bandarlampung, tiba-tiba ambruk meski tidak terjadi bencana maupun kondisi khusus yang dapat memicu kerusakan konstruksi.Kondisi tersebut membuat DPRD Kota Bandarlampung mempertanyakan kualitas proyek revitalisasi trotoar yang menelan anggaran sekitar Rp21 miliar.

Komisi III DPRD Kota Bandarlampung bahkan berencana turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi konstruksi sekaligus memastikan pekerjaan proyek telah sesuai spesifikasi yang ditetapkan.

undefined

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, Zainal Abidin, menyampaikan rencana tersebut saat rapat pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026 bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Selasa (1/9/2026).

"Kita akan tinjau ke lapangan, terkait trotoar yang jebol. Tidak ada bencana, tiba-tiba ambruk. Apakah sesuai spesifikasi atau apa?" kata Zainal kepada jajaran Dinas PU.

Menurutnya, pengecekan lapangan diperlukan untuk memastikan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut benar-benar dikerjakan sesuai ketentuan teknis dan konstruksi.

Sorotan DPRD semakin menguat karena trotoar tersebut ambruk ketika proyek revitalisasi masih berlangsung.

Dinas PU Bantah Material Tak Sesuai Spesifikasi

Menanggapi pertanyaan DPRD, Kabid Bina Marga Dinas PU Kota Bandarlampung, Rayu R. Wiranegara, membantah jika ambruknya trotoar disebabkan material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.

Rayu menjelaskan, persoalan justru berkaitan dengan pondasi lama yang dinilai tidak mampu menahan beban konstruksi baru yang sedang dibangun.

"Sebab terjadinya ambruknya trotoar kita di Sultan Agung bukan dikarenakan kurang spesifikasi. Tapi pondasi yang lama tidak bisa menahan beban dari bangunan yang akan kita bangun, baru kita pasang," jelas Rayu.

Namun, penjelasan tersebut kembali mendapat pertanyaan dari Zainal.Ia mempertanyakan apakah pekerjaan pondasi tersebut sebenarnya telah diperhitungkan dalam anggaran revitalisasi trotoar senilai Rp21 miliar.

"Ya masuk, tapi memang kebetulan itu kurangnya penyangga saja," jawab Rayu.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan konstruksi kini menjadi perhatian DPRD, terutama terkait perencanaan dan kekuatan penyangga pada proyek revitalisasi tersebut.

Proyek Dihentikan Selama Evaluasi
Dinas PU Kota Bandarlampung untuk sementara menghentikan seluruh aktivitas pekerjaan di lokasi trotoar yang ambruk.Penghentian dilakukan agar tim teknis dapat melakukan evaluasi terhadap kondisi konstruksi sebelum menentukan langkah perbaikan.

"Jadi untuk sekarang ini kita lakukan penghentian sementara. Tim kita di lapangan sudah kita kosongkan, tidak boleh ada yang bekerja dalam tahap evaluasi tersebut," ujar Rayu.

Dinas PU menyatakan hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya, termasuk memastikan konstruksi yang diperbaiki nantinya lebih aman dan mampu menahan beban.

Sementara itu, DPRD memastikan akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Peninjauan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sebenarnya di lokasi serta memastikan penggunaan anggaran proyek Rp21 miliar sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan.

Rapat bersama Komisi III DPRD Kota Bandarlampung dihadiri Ketua Komisi III Agus Djumadi, Agus Widodo, Zainal Abidin, Rizaldi Adrian, Yuhadi, Rama Apriditya, dan Agung Zawil.
Dari Dinas PU Kota Bandarlampung hadir Kepala Dinas PU Dedi Sutioso, Kabid Bina Marga Rayu R. Wiranegara, serta sejumlah staf.( Hajim).