Helo Indonesia

Buka Masta 2026, Unimus Gandeng KP2MI Hadirkan Migrant Center untuk Perluas Karier Global

1 jam 18 menit lalu
    Bagikan  
Buka Masta 2026, Unimus Gandeng KP2MI Hadirkan Migrant Center untuk Perluas Karier Global

Rektor Unimus Prof Masrukhi saat menyalami perwakilan mahasiswa dalam acara Masta mahasiswa baru 2026/2027. Wamen KP2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla saat memberikan motivasi peserta Masta

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) resmi membuka rangkaian masa orientasi yang disebut Masa Ta’aruf (Masta) bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui Rapat Senat Terbuka yang dimulai pada Senin 7 September 2026 di Gedung Serba Guna Unimus.

masta

Antusiasme masyarakat terhadap Unimus tahun ini terbukti sangat tinggi. Rektor Unimus, Prof Dr Masrukhi MPd menyampaikan, jumlah mahasiswa baru yang diterima telah melampaui target, yakni mencapai 4.757 orang dari jalur reguler, belum termasuk peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan trennya masih berpotensi bertambah hingga pertengahan September 2026.

Baca juga: Dari Ruang Autopsi ke Layar Lebar: Kisah Nyata Sumy Hastry Banggakan Alumni FK Undip

Keberagaman mewarnai wajah kampus Unimus tahun ini. Mahasiswa baru datang membentang dari Aceh hingga Papua. Tak hanya itu, kampus juga menyambut 25 mahasiswa asing dari 12 negara, di antaranya Pakistan, Tanzania, Timor Leste, dan Thailand, serta empat mahasiswa penyandang disabilitas yang didampingi secara khusus oleh relawan.

“Kami ingin menciptakan Universitas Muhammadiyah Semarang sebagai kampus yang menyenangkan untuk semua. Mahasiswa harus bisa belajar dengan nyaman, tanpa diskriminasi dan tanpa kekerasan,” tegasnya.

Menurut Prof Masrukhi, melalui Masta yang memadukan metode luring dan daring selama sepekan ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada kehidupan kampus, tetapi juga didorong untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh melalu konsep olah pikir, olah rasa, dan olahraga.

Baca juga: Bahayakan Pengendara, DLH Rembang Tebang Ratusan Pohon Palem Keropos

Lonjakan peminat juga terlihat pada 10 program studi baru yang seluruh kuotanya terpenuhi, dengan Fisioterapi menjadi salah satu primadona yang mencatatkan sekitar 73 mahasiswa dalam satu kelas. Secara keseluruhan, Unimus kini menaungi 48 program studi yang siap menopang masa depan mahasiswanya.

Tuai Apresiasi dan Migrant Center

Konsistensi Unimus dalam melahirkan inovasi pada setiap penerimaan mahasiswa baru turut mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla MIKom yang memberikan motivasi dalam Masta tersebut.

Bahkan seirama pembukaan Masta tahun ini dibarengi dengan rencana kolaborasi strategis bersama KP2MI untuk mendirikan Migrant Center di lingkungan kampus.

Dia mengungkapkan, Unimus dan KP2MI dalam waktu dekat akan menyepakati kerja sama pembentukan pusat pengembangan karier global tersebut.

“Kami merencanakan berdirinya sebuah Migrant Center. Kami berharap pusat ini nantinya menjadi bagian yang terintegrasi dari Career Development Center yang dimiliki Unimus,” ujar Dzulfikar.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjembatani kesenjangan (gap) antara kompetensi yang disiapkan lembaga pendidikan dengan kebutuhan nyata di dunia kerja internasional.

Dengan dukungan data pasar kerja luar negeri dari kementerian—terutama di sektor kesehatan yang membutuhkan hingga 100 ribu tenaga profesional di Eropa dan Timur Tengah—Migrant Center ini diharapkan mampu mencetak lulusan dan masyarakat sekitar yang siap bersaing di kancah global. (Aji)