SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Banyak permasalahan yang ada di sekitar kita seperti masalah kesehatan, masalah ekonomi dan lainnya. Aisyiyah, sebagai organisasi perempuan berusaha memberikan kontribusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Untuk mendapatkan permasalahan riil dan memberikan rekomendasi kebijakan, maka perlu ada data yang akurat.
Untuk itu, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) Jawa Tengah mengadakan ''Pelatihan Penelitian Metodologi Penelitian dan Pengembangan Survei Berbasis Gerakan SIDA'', Sabtu 3 Oktober 2026.
Pelatihan yang diikuti perwakilan PDA dan LPPA daerah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) itu bertema ''Satu Desa, Satu Data, Satu White Paper, Satu Advokasi Menuju Perubahan yang Nyata.'''
Baca juga: Wali Kota Semarang Apresiasi Brimob, Drone Thermal Jadi Senjata Baru Basmi Titik Api TPA Jatibarang
Ketua Panitia Suhartini SKp MNS PhD menyebutkan sebelum pelatihan, Aisyiyah sudah mengadakan survei ke desa dalam kegiatan Jambore Aisyiyah. Dari kegiatan tersebut, ada banyak temuan.
''Misalnya di satu desa, ada yang masih ditemukan stunting. Dari temuan itu, kemudian dianalisa dan kemudian dirumuskan rekomendasi kebijakan. Dengan cara ini, Aisyiyah berusaha memberi kontribusi pada masyarakat,'' katanya.
Pelatihan SIDA sendiri berari sinergi data Aisyiyah. Selain itu juga merupakan akronim dari sistematik, inklusif dan inovatif yang melibatkan semua majelis, dakwah dan dedikasi bagaimana data tersebut bisa untuk dakwah dan pemberdayaan serta akurat dan amanah yang merupakan data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.
''Setelah ada survei, nanti selanjutnya kita akan mendapatkan big data Aisyiyah. Dari big data tersebut kita bisa mencari akar masalah dan selanjutnya bisa membuat laporan whitepaper,'' katanya.
Berikan Kontribusi
Sementara itu Ketua PWA Aisyiyah Jawa Tengah Prof Dr Eny Winaryati MPd menjelaskan, Aisyiyah selalu berusaha untuk bisa memberikan kontribusi pada masyarakat.
''Dari sejarah, Aisyiyah sejak dulu memberikan kontribusi pada masyarakat dan selalu ditunggu kontribusinya sepanjang zaman. Tentu dengan permasalahan yang berbeda. Banyak permasalahan yang harus diselesaikan pada masyarakat. Kita membantu dengan data-data yang akurat. Aisyiyah harus responsif pada masyarakat,'' katanya.
Ketua LPPA Jateng Prof Dr Sri Haryani MSi angat berharap kemampuan penelitian menjadi hal yang harus dikuasai oleh anggota LPPA. Hasil penelitian selanjutnya digunakan untuk pengembangan masyarakat.
Narasumber dalam kegiatan itu Dr Yustinah MPd dan Dr Sri Syamsiyah LS, M.Si yang menyampaikan materi teknik pengumpulan data dan trianggulasi.
Selain itu Suhartini SKp, MNS, Ph.D yang menyampaikan drafting white paper desa dengan pemanfaatan AI seperti Claude dan Gemini. Moderator kegiatan Dr. Luluk fauziah dan pemandu acara Dr Upik Nurbaiti MSi. Tak hanya teori, peserta dari 35 kabupaten kota di Jateng itu juga melaksanakan kegiatan praktik. (Aji)
