LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Polresta Bandarlampung melibatkan enam pakar Institut Teknologi Sumatera (ITERA) untuk menginvestigasi penyebab jatuhnya lift yang menelan enam korban tewas dan dua luka berat di sekolah elite Az-Zahra, Kota Bandarlampung.
Para ahli Program Studi Teknik Mesin ITERA itu adalah Abdul Muhyi, S.T., M.T.sebagai koordinator, Eko Pujiyulianto, S.T., M.Eng., Devia Gahana Cindi Alfian, S.T., M.Sc., Fajar Paundra, S.T., M.T., Fajar Perdana Nurullah, S.T., M.T., dan Muhammad Syaukani, S.T., M.T.
Abdul Muhyi mengatakan dirinya bersama teman-teman sejawatnya membantu pihak kepolisian dalam menganalisis dan mencari bukti yang relevan guna mengetahui penyebab pasti dari kegagalan teknis lift yang terjadi Rabu (5/7/2023), pukul 14.00 WIB.
“Kolaborasi antara kepolisian dan ahli akademik ini diharapkan akan memperkuat proses penyelidikan dan menghasilkan kesimpulan yang objektif dan berdasarkan fakta kejadian di lapangan,” katanya Jumat (14/7/2023)
Baca juga: Mantan Kabid Humas Polda Lampung Pandra Serah Terima di Polda Kepri
Polresta Bandarlampung telah mengeluarkan surat permohonan dengan nomor B/714/VII/2023/Reskrim yang menunjuk tim dosen dari Program Studi Teknik Mesin ITERA sebagai anggota tim ahli dalam investigasi.
Abdul Muhyi menambahkan, hasil analisis dan temuan dari tim investigasi akan diserahkan sepenuhnya kepada Laboratorium Forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memperkuat bukti dan fakta yang terkait dengan kecelakaan di lapangan,"tambahnya
Kehadiran tim ahli dari Program Studi Teknik Mesin ITERA, ini diharapkan dapat memberikan perspektif akademik dan teknis yang berharga dalam investigasi kecelakaan lift di Sekolah Islam Terpadu Az Zahra Bandarlampung
“Kolaborasi antara kepolisian dan ahli akademik ini diharapkan akan memperkuat proses penyelidikan dan menghasilkan kesimpulan yang objektif dan berdasarkan fakta kejadian di lapangan,” tukasnya (Rls/Hajim)
