Helo Indonesia

Rutan Sukadana Jawab Adanya Kabar Prostitusi di Rutannya

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 28 Juli 2023 17:38
    Bagikan  
Kepala Pengaman Rutan sukadana Lampung Timur Abi Aufa Algahhar

Kepala Pengaman Rutan sukadana Lampung Timur Abi Aufa Algahhar -

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sukadana Lampung Timur membantah ada praktek "esek-esek" dalam rutan. Hal itu menyusul sejumlah pemberitaan media online yang memberitakan ada praktek prostitusi dalam rutan.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Abi Aufa Alqahhar mendampingi Kepala Rutan Kelas II B Sukadana Abdul Azis mengatakan pihak rutan mengaku terkejut terkait berita media online yang memberitakan jika ada praktek prostitusi dalam rutan.

Di berita itu, salah satu warga binaan wanita inisial UM "menjajakan" tubuhnya kepada warga binaan pria. Guna memperlancar transaksi esek-esek dalam rutan tersebut, UM menggandeng salah satu petugas rutan inisial CD.

Usai bertransaksi, UM memberi sejumlah uang kepada oknum pegawai dimaksud. Dan, aksi terakhir dilakukan UM dengan warga binaan pria pada Minggu (11/7/2023) sekitar pukul 00.10 WIB.

" Kami sudah menyelidiki dan mrmanggil bersangkutan. Semuanya nggak benar," kata Abi lewat saluran telepon Jumat (28/72023).

Baca juga: Tetapkan Kabasarnas Tersangka, KPK Minta Maaf

Dia menjelaskan, penjagaan dan pengawasan baik warga binaan pria dan wanita di rutan tersebut sangat ketat. Kunci kamar atau blok para penghuni selalu dipegang kepala jaga dan hanya waktu tertentu pintu atau blok dibuka seperti ada besukan, sakit atau keperluan pemeriksaan.
"Tak satupun warga binaan yang bebas krluar masuk kamar. Apalagi malam hari, kunci dipegang petugas rutan," tegas Abi.

Saat ini, jumlah warga binaan Rutan Sukadana terdiri atas 545 pria dan 11 wanita. Guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan seperti peredaran dan penggunaan narkoba, alat komunikasi termasuk potensi warga binaan yang berniat kabur, petugas rutan memperketat penjagaan selama 24 jam.

" Penjagaan dan pengawasan kami sangat ketat. Jadi mana mungkin ada praktek prostitusi," kata dia. Meskipin demikian, petugas rutan tak menampik jika praktek prostitusi antar warga binaan itu dapat terjadi.

" Jika hal itu terjadi baik warga binaan atau menyangkut oknum petugas, kami akan bertindak tegas termasuk hal yang dilanggar lainnya," ujar Abi.

Dia menambahkan, agar dalam rutan selalu terjaga atau steril, petugas rutan dibantu pihak kepolisian rutin menggelar razia, baik razia kamar atau razia badan para penghuni.

"Razia kami lakukan tanpa jadual. Tapi secara tiba-tiba. Hal ini guna mencegah pelanggaran bagi warga binaan. Dan, jika ada pelanggaran berat, penghuni akan dikirim ke nusakambangan," pungkasnya.(Khairuddin)