Helo Indonesia

Prestasi Selangit Miskin, Terancam Wassalam Daftar Ulang Unila

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 6 Agustus 2023 13:25
    Bagikan  
Prestasi Selangit Miskin, Terancam Wassalam Daftar Ulang Unila

Ilustrasi aksi mahasiswa Unila (Foto JPNN)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Ismail Alfarizi hapal 30 juz Alquran dan Zebua Trizga Ramadhona memiliki 20 penghargaan hingga Asean. Kedua orangtuanya bahagia putra mereka diterima lewat jalur khusus di Unila. Sedihknya, tak punya uang bayar pendaftaran ulang Rp20 juta belum UKT.

Helo Indonesia Lampung baru mendengar kecemasan keluarga kedua calon mahasiswa Unila yang diterima lewat jalur khusus (frequently asked question/FAQ). Belum tahu, bagaimana dengan calon mahasiswa istimewa dengan segudang prestasi lain yang juga tak mampu seperti mereka.

Keduanya calon guru diterima di FKIP Unila. Bayangkan, Unila bakal melahirkan guru-guru istimewa buat kelanjutan pendidikan di Indonesia. Unila pasti juga berpikir sama. Namun itu tadi, bisa jadi semuanya hanya mimpi jika orangtua mereka tak mampu mengadakan uang Rp20 juta lebih.

Dari 10 mahasiswa jalur prestasi khusus yang diterima jurusan tersebut, sejumlah mahasiswa hendak mengundurkan diri karena tak mampu memenuhi Iuran Pengembangan Institusi (IPI). Maklum, mereka dari keluarga tak mampu.

Baca juga: KPK Rampas Gedung LNC Hasil Korupsi Prof. Karomani

Dikonfirmasi Helo Indonesia Lampung, Jumat (4/8/2023), salah seorang mahasiswa yang diterima jalur prestasi khusus ini, Zebua Trizga Ramadhona membenarkan harus membayar sebesar itu sebagai sarat daftar ulang.

Pelajar asal SMAN 1 Terusan Nunyai Lampung Tengah ini mengaku heran atas biaya yang harus dibayar agar bisa kuliah walau melalui jalur prestasi khusus. Dia merasa percuma lewat jalur prestasi khusus namun tetap bayar sebagaimana mahasiswa reguler.

Baca juga: Dugaan Korupsi Proyek Penelitian, 3 Doktor Unila Diperiksa Kejati Lampung

" Jalur prestasi khusus yang diterima tidak lebih dari sepuluh orang. Percuma jalur prestasi khusus kalau harus bayar juga. Lebih baik gak ada jalur prestasi khusus" ujar warga Lempuyang Bandar, Kabupaten Lampung Tengah tersebut beberapa hari lalu. 

Menurut Zebua jika besarnya iuran Rp20 juta harus dibayar kontan orangtuanya tidak mampu. "Kemungkinan saya mundur saja kalau harus bayar sekaligus. Tapi kalau boleh di angsur ya saya berpikir ulang, " imbuhnya Zebua.

Baca juga: Koruptor Unila Minta KPK Tak Tebang Pilih, Para Penyuap Meja Hijaukan

Sementara Ahmad Suryanto, warga Gedung Meneng, Kota Bandarlampung juga mengeluhkan hal yang sama. Orangtua dari Ismail Alfarizi itu menyebutnya uang pangkal, karena harus dibayar saat akan masuk bersamaan dengan pembayaran UKT Rp 2,4 juta per semester.

" Jadi mahasiswa yang diterima pakai jalur prestasi khusus harus bayar Rp 22,4 juta rupiah. Pokoknya percuma ada jalur prestasi khusus," ujar Ahmad Suryanto.

Ahmad Suryanto mengatakan putranya masuk Unila melalui jalur prestasi khusus karena anaknya hafal Alquran 30 juz.

Jalur Prestasi adalah proses seleksi masuk perguruan tinggi tanpa tes tertulis dan berfokus pada prestasi-prestasi dan pencapaian baik yang sudah didapatkan calon mahasiswa pada bidang akademik maupun non-akademik pada jenjang pendidikan SMA/sederajat.

Setiap perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta dapat menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan mekanisme seperti ini.

Ada beberapa perguruan tinggi negeri yang mengadakan penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi, antara lain: Universitas Indonesia dengan Jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB), Universitas Gajah Mada dengan jalur Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN), Universitas Hasanuddin dengan Jalur Penelusuran Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan (POSK), dan Universitas Diponegoro dengan jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB).