Helo Indonesia

TPA Jatibarang Kembali Terbakar dan Sambar Kandang, Tewaskan Tiga Ekor Anak Sapi

Sabtu, 23 September 2023 11:37
    Bagikan  
TPA Jatibarang Kembali Terbakar dan Sambar Kandang, Tewaskan Tiga Ekor Anak Sapi

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberikan keterangan di lokasi kebakaran TPA Jatibarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang yang difungsikan untuk mengelola sampah, kembali terbakar pada Jumat 22 September 2023.

Kebakaran kali ini menyambar kandang-kandang sapi yang berada pada Zona 3 di TPA yang berlokasi di Kedungpane, Mijen itu. Kandang tersebut ikut terbakar mulai pukul 13.00 WIB.

Baca juga: Aplikasi Keuangan Ganjar Cegah Kebocoran, Pemprov Jateng Mampu Hemat Rp 1,2 Triliun

Tak hanya kandang sapi, namun kejadian kebakaran itu, juga menewaskan tiga ekor anak sapi yang turut terpanggang.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang ikut memantau di lokasi pukul 17.00, menjelaskan, kemungkinan penyebab kebakaran di zona aktif akibat puntung rokok.

"Kawasan ini kan dilarang merokok, tapi masih ada yang ngeyel. Saya minta tolong lebih di perketat pengawasannya. Tolong juga nanti pasang CCTV di kawasan ini, agar bisa selalu terpantau," kata Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita.

Wali kota wanita pertama di Semarang itu juga memerintahkan tim Dinas Pemadam Kebakaran harus selalu siap siaga dan tetap menyiagakan unit untuk berjaga jaga.

Baca juga: PSIS Semarang Geser Posisi Barito Putera ke Urutan Empat Klasemen Liga 1

"Saya minta harus ada beberapa unit mobil pemadam kebakaran di TPA Jatibarang, untuk berjaga jaga dan memastikan sudah tidak ada asap yang menimbulkan api," tambahnya.

Sementara itu, Kabid Operasional dan Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Untung Sugiono menjelaskan, dari kejadian kebakaran kandang sapi di zona 3 aktif TPA Jatibarang, pihaknya mengerahkan delapan  unit pemadam kebakaran.

"Alhamdulillah, api bisa dipadamkan, dibantu oleh tim gabungan TNI/Polri, kemudian dibantu juga untuk tangki airnya ada dari DLH, DPU, Perkim, serta tadi juga di bantu relawan peduli bencana," ujarnya. (Aji)