Helo Indonesia

Dendi Ajak Pemuka dan Tokoh Bentengi Anak Muda dari Perbuatan Tak Terpuji

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 24 September 2023 20:25
    Bagikan  
Dendi Ajak Pemuka dan Tokoh Bentengi Anak Muda dari Perbuatan Tak Terpuji

Bupati Dendi dan Nyonya menghadiri Temu Orang Muda Katolik (Foto Rama/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -  Pemuka agama, tokoh masyarakat dan umat beragama harus bergandengan tangan untuk membentengi kaum muda terhindar dari perbuatan tak terpuji.

Hal itu dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat membuka kegiatan Temu Orang Muda Katolik (OMK) Dan Perayaan Ekaristi Kaum Muda (EKM) Forum Masyarakat Katolik Kabupaten Pesawaran di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Pesawaran, Minggu (24/9/2029).

Dendi mengatakan kaum muda yang tergabung dalam OMK adalah cikal bakal generasi penerus bangsa, masyarakat dan gereja, hendaknya belajar dan terus belajar.

Baca juga: Wali Kota Eva Hadiri Pelantikan PC IPNU dan Buka Pelatihan MC

"Yang sekolah maka sekolahlah dengan baik dan sungguh-sungguh, yang bekerja maka bekerjalah dengan baik, sungguh-sungguh, penuh dedikasi dan tanggungjawab," kata Dendi.

Menurutnya, OMK Pesawaran untuk menjauhi pergaulan bebas, narkoba, dan masalah hukum lainnya, serta harus bergerak maju dan berkontribusi di era digital. Sangat dibutuhkan pemuda yang berkarakter, beriman, serta punya integritas tinggi, jujur, santun, bertanggungjawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas.

"Dengan modal karakter, kapasitas (skill) dan Inovasi, saya yakin Orang Muda Katolik bisa bangkit dan berkarya di era digital," kata dia.

Baca juga: Polres Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan PWI Pesawaran

Kemudian Dendi menyoroti pengaruh negatif yang merusak akhlak kaum muda, perlu perhatian dan penanganan serius. Termasuk masalah narkoba, pergaulan bebas, prostitusi, minuman keras, serta kenakalan remaja.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah dan harus bergandeng tangan untuk berupaya membentengi kaum muda agar terhindar dari perbuatan-perbuatan tak terpuji dimaksud," ujarnya.

Ia juga merasa bersyukur karena masyarakat yang majemuk dapat hidup berdampingan secara aman dan damai meskipun memiliki perbedaan suku, agama, dan adat istiadat.

"Diharapkan momen ini dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga Tri Kerukunan, yaitu kerukunan antar umat beragama, intern umat beragama, dan antarumat beragama dengan pemerintah. Ini penting untuk menjaga kondusifitas masyarakat Kabupaten Pesawaran," pungkasnya. (Rama)