Helo Indonesia

Pemimpin Transformatif Itu Peduli pada Upaya Penanggulangan Bencana

Sabtu, 30 September 2023 08:18
    Bagikan  
Pemimpin Transformatif Itu Peduli pada Upaya Penanggulangan Bencana

Antonius Benny Susetyo saat menjadi pembicara jambore nasional kebencanaan

PADANG, HELOINDONESIA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Pencegahan membuka secara resmi Jambore Nasional Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPBR) 2023 di Pangeran Beach Hotel, Kota Padang, Sumbar, Kamis (28/9). Kegiatan ini akan berlangsung hingga 30 September 2023.

FPBR menjadi ajang penting dalam upaya manajemen pencegahan dan penanggulangan bencana di seluruh Indonesia, ajang ini lebih dalam membahas mengenai kepemimpinan transformatif terkait manajemen bencana khususnya menjelang tahun politik 2024 dimana pemilihan umum dan pilkada akan dilaksanakan.

Baca juga: Siap Kawal Anak Asrama ke Istana, KBPP Deklarasikan Dukung Ganjar Pranowo

Dalam acara yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) ini, budayawan Antonius Benny Susetyo sebagai pembicara menyatakan, pengurangan risiko bencana telah menjadi perhatian utama bagi kita semua.

Namun, pentingnya pemimpin yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana dan memiliki kepedulian terhadap literasi bencana tidak boleh diabaikan. Pemimpin transformatif dalam konteks ini tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga hati yang peduli terhadap penanggulangan bencana.

Lebih lanjut Stafsus Ketua Dewan Pengarah BPIP tersebut menekankan bahwa pemimpin yang memiliki hati untuk penanggulangan bencana adalah kunci. Mereka harus memiliki kesadaran akan pentingnya persiapan masyarakat dalam pendidikan sadar bencana.

''Pemimpin semacam itu juga akan mengupayakan anggaran yang cukup untuk teknologi guna meningkatkan responsibilitas terhadap bencana. Pemimpin transformatif dapat muncul dalam berbagai jabatan, termasuk kepala daerah atau pejabat publik,'' beber Benny.

Baca juga: Rektor USM Siap Bantu Nelayan Tambak Lorok Semarang

Mereka, kata dia, diharapkan sudah memiliki kesadaran akan risiko bencana yang selalu mengintai, seperti gempa bumi, banjir, longsor, dan bencana ekologi lainnya. Ini mencerminkan tanggap pemimpin terhadap nilai-nilai kemanusiaan selaras dengan Pancasila.

Doktor ilmu komunikasi politik itu, dalam memilih pemimpin, penting untuk tidak hanya melihat kecerdasan retorika atau janji, tetapi juga kepedulian terhadap masalah penanggulangan bencana.

''Kerja sama melalui media sosial dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih pemimpin yang peduli terhadap masalah bencana,'' tandasnya.

Kegiatan yang dibuka oleh dihadiri oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi, Sekjen Planas Ninil Rmj , dosen Manajemen Bencana Universitas Airlangga dan Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Utomo. (Aji)