LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UMN) asal Provinsi Lampung memanfaatkan saat wisudanya untuk menuntut keadilan terhadap ayahnya yang dibunuh kepada Kapolri Jendral Listyanto Sigit Prabowo.
Candra Friyandy Harianja membentangkan spanduk tuntunnya di depan ratusan mahasiswa, dosen, rektor dan keluarga wisudawan di tengah tempat lokasi prosesi wisuda, Gedung Auditorium UMN, Sabtu lalu (11/11/2023).
Dalam spanduknya, dia menulis: Pak Kapolri tolong saya!! Tangkap semua pelaku pembunuhan Bapak saya Almarhum Pembadin Harianja (61), Tulangbawang, Lampung #Bantukawalkasusini.
Baca juga: Taman Budaya Teropong Dunia 2023 Lewat Lensa Seni, Ada Palestina
Dia heran hanya satu tersangka yang diproses hukum atas kasus pembunuhan terhadap orangtuanya pada 20 Agustus lalu. Padahal pelakunya sudah jelas lebih dari satu orang, ujar Agung, adik kandung Candra Friyandy Harianja.
Video aksinya kemudian viral. Pembadi Harianja tewas ditemukan dalam sumur belakang rumah di Kampung Gedung Bandar Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulangbawang, 20 Agustus 2023.
Korban yang membunuh Pembadi pada
Kamis (17/8/2023), pukul 19.45 WIB yang diperkirakan lebih dari satu orang lalu memasukkan jenazah ke dalam sumur. Keluarga dan kuasa hukum melaporkan penanganan kasus oleh Polres Tuba ke Bidpropam Polda Lampung.
Baca juga: Bawaslu Ancam Tindak Capres-Cawapres Kampanye Sebelum Waktu yang Ditentukan
Pelaku berinisial S alias SJ alias SG alias TG, pria wiraswasta asal Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Dia diamankan Sabtu 16 September 2023 atau satu bulan setelah kasus pembunuhan.
Kapolres Tulang Bawang, AKBP Jibrael Bata Awi, diwakili Kasat Reskrim, AKP Wido Dwi Arifiya Zaen mengatakan pelaku merampok karena tahu korban tinggal seorang diri. Pelaku mengaku aksi sendirian naik sepeda motor Yamaha Vega.
Pelaku membacok kepala korban sebanyak 3 kali dan memukul dada kiri pakai kayu balok lalu jenazahnya dibuang pelaku ke dalam sumur.
Pihak keluarga sangat yakin pelaku membunuh ayahnya lebih dari satu orang. "Kami menduga pelaku pembunuhan ayah kami ini ada sekitar 3 sampai 4 orang," kata Agung. (Miky)