Organisasi Profesi Keluhkan Biaya SLF Layanan Kesehatan di Kendal yang Terlalu Mahal

Kamis, 23 November 2023 20:20
Perwakilan organisasi profesi layanan kesehatan di Kendal usai audiensi dengan Sekda dan OPD terkait. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Mahalnya pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada sarana layanan kesehatan di Kabupaten Kendal dikeluhkan sejumlah organisasi profesi di Kabupaten Kendal.

 Dibandingkan daerah lain, pengurusan SLF di Kendal jauh lebih tinggi dan berkali-kali lipat. Bahkan angkanya dinilai sangat fantastis, yakni berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta.

Hal tersebut tentunya membuat sejumlah organisasi profesi di Kendal. Diantaranya, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) dan Ikatan Profesi Optometris Indonesia (Iropin) Kabupaten Kendal turun tangan melakukan audiensi meminta kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Kendal agar pengurusan SLF dipermudah dengan biaya yang dapat dijangkau.

Baca juga: UKW Bersama SKK Migas & KKKS Jabanusa, Ketua PWI Jateng Ajak Wartawan Jangan Lelah Pacu Kompetensi

Namun sangat disayangkan dari hasil pertemuan sejumlah organisasi profesi dengan Sekda Kendal dan dinas terkait yang digelar di Ruang Rapat Sekda Kendal, Kamis 23 November 2023 belum mendapatkan hasil yang diinginkan.

Ketua Bidang Kajian Hukum PP IAI, Muhammad Iqbal Yulianto menjelaskan, pengurusan SLF di Kabupaten Kendal yang cukup tinggi tersebut sangat memberatkan para pengusaha dibidang layanan kesehatan.

"Dari audiensi belum ada hasil yang disampaikan. Kita masih menunggu itikad baik dari Pemda Kendal. Karena pada prinsipnya biaya SLF ini cukup mahal, dan kami keberatan. Kalau dibandingkan dengan daerah lain itu sangat jauh sekali," katanya.

Ia menyebut, biaya SLF di Kabupaten Kendal berkisar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Dan berdasarkan pantauan dari pengurus pusat IAI, situasi mahalnya pengurusan SLF ini baru didapati di Kabupaten Kendal.

"Kabupaten atau kota lain itu tidak semahal ini. Daerah lain itu kisaran ada yang Rp 3 juta ada yang Rp 5 juja, tergantung ya. Kita mungkin ada pertanyaan, di Kendal ada apa, kenapa bisa mahal," jelas Muhammad Iqbal.

Baca juga: Kata Petinggi Muhammadiyah, Ganjar Adalah Berkah untuk Indonesia

Ia berharap Pemkab Kendal dapat memberikan solusi terkait biaya pengurusan SLF.

"Bukan berarti kita mau murah, tetapi terjangkau," tandasnya.

Ketua IAI Kendal, Tjandra Winata mengungkapkan, permasalahan pengurusan SLF yang dinilai mahal tersebut telah berlangsung sejak awal 2021.

"Sebenarnya kami sudah mencari konsultan SLF diluar Kendal yang tarifnya relatif terjangkau, tetapi dalam prosesnya konsultan rujukan kami ini banyak menemui kendala khususnya di Dinas PUPR," ungkap Tjandra.

Dirinya berharap, dinas terkait dapat melakukan evaluasi yang dapat mempermudah proses pengurusan SLF.

"Dan teman-teman yang mengurus SLF ini lancar dan biayanya terjangkau. Karena omzet apotik sekarang tidak sebesar dulu," tandasnya.

Sementara, Kepala DPUPR Kendal, Sudaryanto menjelaskan, terkait biaya SLF yang dinilai terlalu tinggi, dikarenakan memang memerlukan banyak tenaga ahli seperti arsitektural, sipil, dan lainnya. Serta dokumen yang lengkap.

"Kami mempersilahkan kalau di daerah lain ada konsultan yang biayanya murah. Silahkan dibawa ke Kendal untuk mengurus, kita perbolehkan. Kami tidak menambah dan mengurangi persyaratan yang ada di peraturan pemerintah tentang bangunan gedung," terangnya. (Anik)

Berita Terkini