Warga Desa Pesawaran Kembali Aksi Tolak Proyek SPAM

Minggu, 24 Desember 2023 18:05
Aksi warga menolak proyek SPAM (Foto.Rama/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Puluhan warga dari Desa Pesawaran Kecamatan Kedondong dan Desa Sukamandi Kecamatan Waylima, keukeuh untuk menolak proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dapat membuat debit air berkurang di desa setempat berkurang.

Perwakilan dari masyarakat dua desa tersebut, Ikhwan Setiawan mengatakan, hingga saat ini masyarakat di dua desa tersebut tetap bertahan untuk menolak proyek SPAM tersebut.

"Kami tetap menyarankan Pemerintah Daerah untuk mencarikan solusi lain, namun tidak untuk melanjutkan proyek pembangunan SPAM ini di Way Kalibuntu ini," kata Ikwan, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (24/12/2023).

Baca juga: KPU Tanggamus Workshop Peran Media pada Pemilu 2024


Menurutnya, jika Pemerintah Daerah tetap bertahan untuk melanjutkan proyek pembangunan SPAM tersebut, masyarakat akan bertahan sekuat mungkin untuk menolak proyek tersebut.

"Upaya penolakan sudah kamu lakukan, mulai dari pertemuan di Desa Sukamandi, kemudian kami mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pesawaran juga. Namun jika pemerintah daerah masih terus mendesak kami ya kami akan meminta pertimbangan dengan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan warga dari Desa Pesawaran Kecamatan Kedondong dan Desa Sukamandi Kecamatan Waylima, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pesawaran untuk mendesak agar proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dihentikan.

Baca juga: Mahasiswa Faperta Unila Dikeroyok dan Diancam Dibunuh Alumni


Sedikitnya 50 warga yang datang ke kantor DPRD Kabupaten Pesawaran untuk menyampaikan aspirasi penolakan proyek SPAM tersebut, yang menurut mereka proyek tersebut dapat menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian mereka.

Perwakilan dari masyarakat dua Desa, Iwan mengatakan, masyarakat dari dua desa yakni Desa Pesawaran dan Sukamandi menolak dan merasa keberatan dengan proyek pembangunan SPAM di wilayahnya.

"Dengan berdirinya proyek yang sumber airnya berada di Way Kalibuntu dikhawatirkan akan membuat debit air semakin berkurang," kata dia, Kamis (7/12/2023).

"Maka dari itu kami sangat keberatan, karena di Way Kalibuntu itu selama ini merupakan sumber kehidupan daripada masyarakat dari dua desa tersebut," timpalnya. (Rama)

Berita Terkini