Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Luwu Sulsel Dilaporkan 14 Orang Tewas, 13 Kecamatan Kebanjiran

Sabtu, 4 Mei 2024 20:42
Banjir dan tanah losong di Kabupaten Luwu, Sulsel menewaskan 14 orang dan 13 kecamatan terdampak banjir BPBD Kabupaten Luwu

HELOINDONESIA.COM - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan memakan korban sebanyak 14 orang tewas, Sabtu (4/5/2024).

Sebelumnya BNPB menginformasikan jumlah korban meninggal sebanyak 7 orang, namun kemudian jumlah korban meninggal bertambah menjadi 14 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan hingga, Sabtu (4/5/2024) pukul 06.00 WIB, 1.385 KK terdampak.

"Ratusan warga mengungsi di beberapa masjid dan rumah kerabat, dan jumlah korban menjadi 14 orang meninggal dunia atas bencana itu," kata Abdul Muhari.

Baca juga: Serahkan Sertipikat Wakaf di Sulsel, Menteri AHY: Saya Tidak Ikhlas jika Ada Tanah Rumah Ibadah Dirampas Mafia Tanah

Diungkapkan, sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Luwu terdampak banjir, antara lain Kecamatan Suli, Latimojong, Suli Barat, Ponrang Selatan, Ponrang, dan Bupon.

Kemudian, Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Kamanre, Belopa, dan Belopa Utara. "Ketinggian muka air terpantau 1-3 meter,” ujarnya.

Diungkapkan, kerugian materil akibat banjir sementara tercatat sebanyak 1.867 unit rumah terdampak. Selain itu, 103 unit rumah rusak berat dan 42 unit rumah hanyut.

Baca juga: Beredar Isu, Mentan SYL Bakal Jadi Tersangka di KPK, Netizen: Suara Nasdem Kuat di Sulsel.

Kemudian, empat titik ruas jalan terdampak, satu unit jembatan terdampak, 14 unit kendaraan roda dua dan empat ikut terdampak. Selain itu, lahan persawahan dan perkebunan warga juga terdampak.

Dikatakan, BPBD Kabupaten Luwu, BPBD Provinsi Sulsel, dan tim gabungan hingga saat ini masih melakukan pendataan serta evakuasi warga terdampak. Selain itu, terus memonitoring dampak banjir.

"Koordinasi terus dilakukan ini ke aparat kecamatan, kelurahan, serta desa setempat. Guna melihat dampak lanjutan yang masih berpotensi terjadi," ujarnya. **

Berita Terkini