Kampus Vokasi dan Sentra Riset Kopi di Jawa? Ini Dia

Selasa, 3 Februari 2026 17:46
Foto: ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Selain UPP Rejang Lebong, Polinela dan ITERA di Sumatra, PTN/PTS pengampu perkuliahan vokasional spesialis perkopian dan penaja fasilitasi akademik pemajuan ekosistemnya di Indonesia, empat di Jawa.

1. Institut Pertanian Bogor (IPB) University
Bercikal bakal Fakultas Ilmu Pengetahuan Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan di bawah UI per 1940, jadi institut mandiri 1 September 1963 disahkan Keppres 279/1965, per 2019 jadi IPB University ini mengampu vokasi kopi via Sekolah Vokasi (SV).

Dipimpin Dekan Dr Aceng Hidayat, SV IPB University berkeahlian riset agribisnis kopi kuat, dilesat lewat tiga program beragregat.

Yakni bersama korporat agribisnis Arabika hulu hilir berbasis di Braga Bandung, PT Inti Gravfarm Indonesia; buka Teaching Factory (TeFa) Kopi di Teaching Industry SV IPB, diresmikan Rektor Prof Dr Arif Satria 15 April 2025.

TeFa Kopi jua sarana penguatan Tridarma Perguruan Tinggi. Dikembangkan jadi unit bisnis terapan berbasis agroindustri; dorong riset terapan dan pengabdian masyarakat; tingkatkan kompetensi mahasiswa, dosen, lulusan; perluas kemitraan dengan industri kopi, UMKM, dan eksportir.

TeFa Kopi dirancang multidisipliner libatkan 17 Prodi lintas bidang di SV IPB University. Sinerginya diharap mampu ciptakan model pendidikan vokasi berbasis industri integratif inovatif. Jua guna beri pengalaman industri langsung bagi mahasiswa di dalam kampus.

Rektor Arif (kini jua Kepala BRIN) membesut pengembangan TeFa ini sebagai pusat pendidikan vokasi berbasis industri, penaja inkubasi kewirausahaan pencetak usahawan kopi kompeten, terstandar, siap bersaing.

TeFa ini hadir bukan sekadar ruang praktik pembelajaran, melainkan miniatur industri pemersatu proses budidaya, pascapanen, roasting, hingga pemasaran kopi dalam satu ekosistem. "Inovasi ini menjawab kebutuhan SDM unggul industri kopi yang selama ini masih banyak konvensional, belum memiliki standar kompetensi menyeluruh," ujar Arif.

TeFa Kopi dia nilai bentuk konkret integrasi pendidikan tinggi vokasi dan industri. Jadi bukti, pendidikan vokasi berpotensi besar lahirkan pelaku usaha yang tak cuma paham teknis produksi, jua mampu ciptakan nilai tambah melalui kewirausahaan dan inovasi.

Bertujuan didik mahasiswa berketerampilan kompetensi relevan kebutuhan industri kopi, dari itu SV IPB University kembangkan pola pendidikan hulu hilir. Sampai ke meja makan.

"Mencakup pola konsumsi dan perilaku konsumen terhadap kopi. Semua, dibangun dalam satu ekosistem yang stabil dan kini sedang terus kami kembangkan," ujar Arif, menekankan pentingnya TeFa Kopi sebagai pondasi pembangunan sistem industri kopi berkelanjutan berbasis inovasi, jadi trigger bangun ekosistem kopi futuristik termasuk ciptakan bibit-bibit unggul kopi.

CEO Gravfarm Yugian Leonardy berharap pengembangan TeFa Kopi ini bisa jadi percontohan nasional dalam penguatan pendidikan vokasi terapan berbasis kebutuhan DUDI relevan dinamis.

Produsen green bean, ground coffee, dan roasted bean 100 persen Arabika premium, pemberdaya petani penggarap tergabung Lembaga Masyarakat Desa Hutan Tambag Guruyung kawasan Dataran Tinggi Ciwidey Kabupaten Bandung itu bilang hadirnya TeFa Kopi ini buka peluang kolaborasi lintas aktor, kemitraan kampus, petani, UMKM, eksportir, demi perkuat posisi kopi RI di pasar global.

Gambaran kiprah, TeFa Kopi IPB, Gravfarm dan WE Coffee Roaster menaja Pelatihan Intensif Coffee from Beans to Cups praktik langsung dari hulu ke cangkir (fundament roasting, basic sensory and cupping, basic barista, coffee chain, pascapanen), empat bulan berselang, 22-26 Agustus 2025.

Wakil Manajer TeFa SV IPB Firman M Basar bilang ini bukan sekadar pelatihan tapi platform pembekalan keterampilan langsung dari industri, belajar dari nol, kuasai semua proses sampai bisa sajikan kopi kelas mahir.

Pelatihan jadi model pembelajaran yang terus di-drive. "Dengan praktik langsung peserta akan paham bagaimana kualitas kopi terbentuk. Konsepnya sederhana: belajar langsung dari ahlinya dengan standar industri," timpal Yugian.

CEO WE Coffee Roaster cum inovator mesin roasting kopi murce, William Edison injeksi pentingnya pahami kopi sebagai ilmu yang butuh ketelitian dan pengalaman.

“Industri kopi sangat teknikal dan dinamis. Peserta tak hanya belajar menyeduh, juga bagaimana memahami karakter biji kopi, reaksi selama roasting, bagaimana menyusun profil rasa. Semua harus dikuasai jika ingin jadi profesional sejati," siar ilmu penulis buku Master Roasting Coffee ini.

Selain pelatihan dan kolaborasi teknis, SV IPB University gencar dampingan, transfer teknologi terapan relevan ke petani sekitar Bogor biar kian berdaya saing. Jua gebu Prodi Teknologi dan Manajemen Produksi Perkebunan —relevan, bekali mahasiswa keahlian perkebunan pun kopi dengan prospek karir industri.

IPB University sendiri tahun lalu masuk radar pemeringkatan perguruan tinggi terbaik se-Asia versi Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2025, posisi terbaik ke-10 di Indonesia, 601+ di Asia.

2. Politeknik Negeri Jember (Polije)
Ke timur Jawa, Prodi D4 Pengelolaan Perkebunan Kopi pada Jurusan Produksi Pertanian Politeknik Negeri Jember (Polije) —dulu Politeknik Pertanian Universitas Jember (UNEJ) dirian 1987, senada Polinela, bercakupan kurikulum aspek industri kopi. Pembibitan, budidaya, panen, pascapanen, kewirausahaan dan keterampilan barista.

Di kampus Jl Mastip Sumbersari Kabupaten Jember, jua Kampus 2 Bondowoso, Kampus 3 Nganjuk, Kampus 4 Sidoarjo, Kampus 5 Ngawi (Jawa Timur) plus Kampus 6 Sabu Raijua di NTT; total lokus 6.130 mahasiswa lokus abdi 210 dosen ini; Prodi Pengelolaan Perkebunan Kopi Polije idem fokus hulu hilir: teknologi budidaya, pengolahan, peracikan, penyajian, manajemen dan kewirausahaan.

Diperkuat silabus MBKM, TeFa Kopi, project based learning, bimbingan industri; cetak lulusan idem kompetensi idem peluang karir. Semirip Polinela.

Pun mahasiswa prodi ini, Polije bekali kompetensi ganda. Dibekali sertifikat kompetensi seturut peluang karir tersedia.

Prodi bervisi 'Menjadi pusat pendidikan vokasi bidang Pengelolaan Perkebunan Kopi dan Produk Kopi yang inovatif, berwawasan lingkungan, berdaya saing global 2035' ini terakreditasi Baik BAN-PT.

Demi visi terwujud, Tridarma terajut, prodi ini bermitra dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) yang berbasis 12 Km dari pusat kota Jember. Jua berderap bersama perkumpulan petani pekebun kopi rakyat, penghimpun advokasi kebijakan, peningkatan mutu-pemasaran kopi lokal perkuat industri dan kesejahteraan petani, Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI).

3. Universitas Jember (UNEJ)
PTN berkampus utama Jl Kalimantan 37 Krajan Timur, Sumbersari Kabupaten Jember (top Kampus Tegalboto) plus kampus cabang: Kampus 2 Bondowoso, Kampus 3 Lumajang, Kampus 4 Pasuruan, dengan kampus pertanian di Tegalboto dan Bondowoso ini; ditunjang fasilitas seperti co-working space BRIWORK. Senada Polije, terhubung Puslitkoka, mitra riset utama.

Kinerja pentaheliks, UNEJ terhubung PT Astra International Tbk, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Raung Ijen Sumberwringin Agropolitan (RAISA) Desa Rejo Agung Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, guyub kembangkan Sekolah Kopi RAISA dirian 7 Agustus 2022, eksekusi nyata Tridarma.

Lalu menjadi salah satu unit usaha andalan BUMDes RAISA, Sekolah Kopi RAISA tempati gedung dua lantai 10x20 meter sumbangsih pendanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Sejahtera Astra (DSA) sejak 2020.

Keterangan CSR Manager Astra International Bima Krida Pamungkas kurun peresmiannya, sukses BUMDES RAISA, petani kopi Desa Rejo Agung umumnya, jadi contoh praktik baik sekaligus kisah sukses yang bisa ditiru lainnya mengingat Astra miliki 1.000 desa binaan Program Desa Sejahtera Astra.

Menilik perkembangan luar biasa dua tahun eksekusinya di Rejo Agung, Astra menarget tahun ketiga keempat (2023–2024), petani sudah bisa ekspor sendiri didukung UNEJ dan Pemkab.

Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng, IPM, ASEAN.Eng, Rektor UNEJ 2019–2023 lanjut 2024–2028, didampingi Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Fendy Setyawan menyorong tujuan pendirian Sekolah Kopi RAISA untuk beri pengetahuan dan keterampilan seluk beluk kopi hulu hilir.

Beda dengan Sekolah Kopi Lampung Barat, sentra vokasi industri terapan di Pekon (Desa) Sukajaya Kecamatan Sumberjaya, Lampung Barat, candradimuka pencetak kader terampil calon wirausaha kopi dan industrialis perkopian rakyat Kabupaten Lampung Barat, diresmikan 'Bupati Kopi' Parosil Mabsus 29 Desember 2020, tercatat sebagai sekolah kopi pertama di Indonesia; yang lebih merupakan dan murni inisiasi Pemkab setempat hasil pemetaan menahun menyusul banjir aneka dukungan, kemudian.

Sekolah Kopi RAISA tercatat merupakan sekolah kopi pertama hasil join pentaheliks kampus, swasta, petani dan pemerintah.

Iwan, jua dosen Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ ini berharap keberadaan Sekolah Kopi RAISA dan program lainnya bisa tingkatkan kesejahteraan petani lewat peningkatan nilai tambah produk (awal: dijual gelondongan). Itu tandas dia, mengingat selama ini petani jadi pihak yang biasanya dapat keuntungan terkecil dari rantai sebuah industri.

Kilas balik dia, mula pendampingan program LP2M UNEJ berupa pelatihan budidaya kopi dan penguatan kelembagaan. Berkembang. Hingga mampu antar petani kopi Desa Rejo Agung tapaki ekspor.

Bahkan kopi Arabika produksi petani lereng Gunung Raung-ijen anggota BUMDes RAISA, dibantu Astra, ikuti even pencicipan rasa dan uji mutu kopi di Belanda, 2021. Alhasil, BUMDes banjir order Arabika dan Robusta dari Belanda, Kanada, Prancis per 2023.

Mengamini, Ketua BUMDes RAISA, Sholeh genapi afirmasi. Dia, petani kopi setempat, diminta sediakan 100 ton Arabika, 75 ton Robusta green bean buat pasar manca.

Proyeksi harga keekonomian saat itu Arabika dijual Rp110 ribu, Robusta Rp65 ribu, per Kg. Order optimistis mampu dipenuhi. BUMDes RAISA ada 36 kelompok tani kopi, 27 UMKM kopi dan produk turunan. Ditunjang luas lahan Arabika di kecamatan ini 5 ribu Ha, 2.500 Ha untuk Robusta.

Senada flashback, “Dulu petani sini jual kopi gelondongan, harga ditentukan tengkulak. Belum dipanen dah di-ijon harga dibawah pasaran. Setelah didampingi UNEJ dan Desa Sejahtera Astra, petani olah jadi green bean bahkan bubuk. Pendapatan meningkat," ujar Sholeh, tantangan baru: gimana jaga mutu, gimana jaga kebersamaan antar petani.

Dari itu Sekolah Kopi RAISA lahir. Didukung Astra, LP2M UNEJ, Pemkab; petani/pekebun Rejo Agung diajari pengolahan hulu hilir. Pun yang ingin jadi barista, ahli pemanggang kopi (roaster), ahli mutu kopi (coffee grader) bisa belajar situ. Penikmat bisa seduh dhewe kopi khas pegunungan Raung-Ijen di sini.

CSR Manager Astra bilang Astra berencana mereplikasi kisah sukses Sekolah Kopi RAISA ke desa binaan lain di Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat; dan Gayo Lues, Aceh.

Sahli Hubungan Antarlembaga Kemendes PDTT Samsul Widodo, dorong BUMDes RAISA bidik unit usaha baru penunjang. Alumnus FISIP UNEJ ini beri pemisalan siswa yang belajar di Sekolah Kopi bisa menginap di homestay desa, sumber pemasukan baru.

4. Universitas Ciputra (UC) Surabaya
Unit Ciputra Group berbasis di CitraLand CBD Boulevard, Waterpark Boulevard, Made, Sambikerep, Surabaya, dirian 2006 (sebutan lain: UC Citraland Surabaya, UC Surabaya). Bercabang Ciputra School Of Business Makassar (UC Makassar).

THE Private University Ranking ASEAN 2025, PTS pimpinan Rektor Prof Dr Wirawan Endro Dwi Radianto M.SCA, CA, AK ini peringkat ke-3 terbaik Indonesia.

UC melalui Jurusan Teknologi Pangan téken MoU-MoA kolaborasi riset, magang industri, dengan korporat coffee roastery dirian 1969 asal Hitachinaka, Prefektur Ibaraki, Jepang; punya kebun kopi di Tsukuba, dan Kolombia; terus beri kopi berkualitas lewat kafé dan toko rotinya di Jepang, Saza Coffee.

Direkturnya, Taroh Suzuki kepincut eksotisme kopi Indonesia usai tahu tingginya kuantitas produksi dan keragaman varietas. Misal yang penasarankannya: kopi luwak.

Berdalih yang kini beredar di pasaran tak berkualitas meyakinkan. "Saya ingin coba langsung kopi Luwak di Indonesia untuk memastikan."

Ketertarikan Taroh memantik UC undang dia. Bersambut. Lembar baru kerja sama terajut. Direktur Saza genre kedua itu dan WR I UC Dr Astrid téken disaksikan Dekan Fakultas Pariwisata Agoestinus Lis Indrianto PhD dan Kaprodi TP Mitha Ayu Pratama Handoyo, 25 Juli 2025.

Kelar téken menéken lanjut tur fasilitas UC. Dari Apple Academy, Lab FTP. Dan Lab Restoran, lokus workshop coffee brewing and cupping (seduh cicip). Taroh demokan proses yang benar, pakai produk instan drip coffee dari biji kopi Geisha Panama, bawa dari Jepang. Biji kopi olahan asli Indonesia jua disediakan kopilovers UC.

Kerja sama ini diharap buka pintu magang internasional tak cuma buat mahasiswa UC tapi jua mahasiswa RI, dan buka pasar baru.

Selain kampus, berikut entitas akademi swasta, sentra riset kopi berbasis di Jawa.

1. Indonesia Coffee Academy (ICA)
Akademi Kopi Indonesia, pengampu kursus, sertifikasi barista dan bisnis kopi kurikulum terstruktur per 2009.

Berpusat di Ruko Golden Fatmawati A26, Jl RS Fatmawati Raya 15 Gandaria Selatan, Cilandak Jakarta Selatan, kiprahnya antara lain meluluskan ribuan barista bersertifikat dan kopilovers biar bisa berkarir profesional; bantu calon pemilik kedai asah terampil buat kopi standar global bagi akademia via kelas tatap muka di Bali dan Jakarta; menaja kursus daring berbasis langganan; pelatihan bersama sesama barista dan kopilovers.

2. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia Disingkat Puslitkoka atau ICCRI (Indonesia Coffee and Cocoa Research Institute) letak di Gebang Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember ini lembaga penelitian pengembangan kopi dan kakao (litbang koka) nasional dirian 1 Januari 1911, bernama mula Besoekisch Proefstation.

Beroleh mandat litbang koka nasional via SK Menteri Pertanian 786/Kpts/Org/9/1981 tarikh 20 Oktober 1981, ruang lingkup kegiatannya: pemuliaan tanaman, tanah, agroklimatologi, perlindungan tanaman, agronomi-fisiologi tanaman, pascapanen, dan rekayasa alat mesin kedua komoditas.

Puslitkoka kini genap 115 tahun. Dinaungi, PT Riset Perkebunan Nusantara (transformasi Lembaga Riset Perkebunan Indonesia/LRPI) pemandat kerja kelitbangan koka hulu hilir.

Bervisi jadi lembaga litbang kopi-kakao yang mandiri unggul (center of excellence) level internasional 2025, misi Puslitkoka: hasilkan inovasi teknologi agroindustri koka sesuai dinamika kebutuhan pengguna; percepat diseminasi dan alih teknologi hasil inovasi teknologi dan penjaringan umpan balik dari pengguna; meningkatkan peran dalam litbang agribisnis koka serta kerja sama litbang nasional pun internasional.

Lalu, mengembangkan kapasitas dan kapabilitas khususnya terkait kemandirian finansial lembaga; meningkatkan kompetensi layanan prima pengguna dan kesejahteraan karyawan; dorong tumbuhnya startup technopreneur berbasis agroindustri koka.

Rekam jejak ketersediaan SDM kompeten penghasil iptek, inovasi teknologi selaras tuntutan kebutuhan masyarakat khususnya petani/pekebun dan industri, dan sinergi menahun pemangku global nasional ujudkan program pengembangan koka RI, buahkan kisah sukses Puslitkoka masa ke masa.

Sebagai Pranata Litbang, Puslitkoka telah terakreditasi KNAPPP Nomor PLM 015-INA per 2008 dan reakreditasi 2015.

Apresiasi dukungan Kemenristek terhadap penguatan inovasinya; Puslitkoka diganjar Anugerah Iptek Pranata Litbang Prayoga Sala: lembaga litbang unggul nasional (2011), ditetapkan jadi Pusat Unggulan Iptek (center of excellence) Kakao berdasar SK Menristek 188/2012, Pusat Unggulan Kopi SK Menristek 284/2013, dalam dukung terapan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) era SBY-JK.

Puncaknya ditetapkan jadi Pusat Unggulan Iptek Kopi dan Kakao SK Menristek 553/2015. Kian kuat kedudukan, kian luas tugas fungsi.

Tak cuma hasilkan iptek unggul nun jua didik enterpreneur baru berbasis koka, dengan ditetapkannya Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) jadi unit strategis Puslitkoka oleh Menristekdikti, 20 Mei 2016.

Sebagai kawasan terintegrasi penyedia lingkungan kondusif bagi transformasi hasil riset menjadi karya inovasi guna rangsang tumbuh startup berbasis teknologi koka, risiko praktis implementasi penetapan itu: Puslitkoka telah sinergikan semua potensi litbang untuk jadi acuan inovasi dan rujukan teknologi koka terkini, sekaligus inventor dan inkubator teknologi komoditas koka baik on farm pun off farm.

Dengan tupoksi: melakukan penelitian guna dapatkan inovasi teknologi bidang budidaya dan pengolahan hasil koka; lakukan kegiatan pelayanan petani/pekebun koka se-NKRI guna pecahkan masalah dan percepat alih teknologi; bina kemampuan SDM, sarpras dukung kegiatan penelitian dan pelayanan.

Puslitkoka Indonesia, diperkuat 301 SDM kompeten 3 bidang tugas: penelitian dan pelayanan, administrasi/penunjang, usaha. Dengan 34 Peneliti (15 S1, 8 S2, 11 S3): 11 Peneliti Utama, 12 Peneliti Madya, 1 Peneliti Muda, 1 Peneliti Pertama, 4 peneliti nonkelas.

Bersarana kantor, Kebun Percobaan 380 Ha: KP Kopi Arabika Andungsari 100-1.200 mdpl, KP Kopi Robusta dan Kakao (KP Kaliwining, KP Sumberasin, 45-550 mdpl), laboratorium (Lab) 2.365 m2 dengan 850 unit peralatan.

Meliputi Lab Pemuliaan Tanaman; Lab Fisika Tanah, Kimia Tanah dan Biologi Tanah; Lab Kultur Jaringan; Lab Mekanisasi Pertanian; Lab Pengolahan Hasil; Lab Pengawasan Mutu, Pusat Informasi dan Pelatihan.

Koleksi perpustakaan? Ada 38.706 judul buku, 38.983 eksemplar majalah terdiri 7.622 judul artikel kopi, 5.024 judul artikel kakao, 15.677 judul artikel karet, tembakau, lainnya.

Dukung kemandirian, Puslitkoka diperkuat ICCRI Training Center terakreditasi ISO 9001: 2008 untuk transfer teknologi keluaran Puslitkoka kepada pemangku via pelatihan terpadu on farm dan off farm didukung instruktur expertized tersertifikasi nasional internasional, tim latih profesional.

Saripati kinerja ICCRI TC: aneka pelatihan budidaya, perbenihan, pengolahan hasil, uji citarasa koka bagi lebih dari 1000 peserta per tahun; capacity building (pemagangan, pendampingan penerapan teknologi ungkit produktivitas); pendampingan teknologi inwall pun outwall bersistem pendampingan motramed (model kemitraan bermediasi, hasil social engineering Puslitkoka).

Lalu, produksi distribusi 75 juta lebih benih koka; hasilkan paket teknologi GAP Hypotan —senyawa pemikat serangga hama penggerek buah kopi (PBKo), Bassikoka —isolat jamur Beuveria bassiana kendalikan hama Helopeltis dan Penggerek Buah Kakao (PBK), PULLET dan KOKA —formula pupuk lepas terkendali, serta hasil rancang bangun alat dan mesin olah hulu-hilir koka sampai produk akhir siap konsumsi telah teruji dan dimanfaatkan lebih dari 400 unit per tahun.

Ragam varian produk hilir koka: pangan non pangan, dari kopi kental dan diversifikasi produk, antibakteri berbahan baku kopi, green coffee, kopi bubuk blending, kopi ginseng, kopi luwak, kopi rendah kafein, cokelat batangan, cokelat bubuk, lemak kakao, permen cokelat, polyfenol, sabun kosmetik padat dan cair bahan baku kakao, itu antara lain buah ICCRI TC.

Selain ICCRI TC dan CCSTP, Puslitkoka punya sayap strategis Lembaga Sertifikasi Produk CCQC (Center for Certification of Qualities and Commodities), Lembaga Sertifikasi Personil, Lab Penguji terakreditasi Komite Akreditasi Nasional.

Visi terbarukan, program Puslit 2020–2025 lalu adalah peningkatan kapasitas dan kapabilitas CCSTP; dukung pengembangan sentra produksi baru koka; pemantapan Puslitkoka hadir di 100 kabupaten; inovasi teknologi mitigasi dan adaptasi perubahan lingkungan; swasembada benih dan inovasi pemasaran; pemasyarakatan teknologi pengembangan kakao PUAS.

Lalu, bentuk Lembaga Sertifikasi Person (SNI ISO/IEC 17024: 2012), peningkatan - pengembangan produk hilir; penerapan digitalisasi sistem administrasi keuangan dan SDM; optimalisasi SDM dan peningkatan kesejahteraan karyawan. (Muzzamil)

Berita Terkini