Grebeg Besar Demak Tercatat di Rekor Muri, Kolaborasi Menjaga Pakem dan Inovasi

Senin, 17 Juni 2024 16:33
Ade
KERETA: Bupati Demak dr Hj Eistianah didampingi dr H Muhammad Zaky, suami bupati, saat mengendarai kereta kencana menuju Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu untuk menghadiri jamasan pusaka Sunan Kalijaga, keris Kiai Carubuk dan ageman Kutang Antakusuma. Fot

DEMAK, HELOINDONESIA.COM -Tradisi Grebeg Besar Demak 2024 sukses digelar, Senin (17/6/2024). Berkat kolaborasi antara menjaga pakem dan inovatif, dua acara pada agenda nasional khas Kota Wali ini berbuah rekor MURI untuk dua kategori. Yakni sajian ancakan terbanyak dan iring-iringan tumpeng dan gunungan hasil bumi dengan jumlah terbanyak pula.

Bupati Demak dr Hj Eisti'anah SE didampingi Wabup KH Ali Makhsun MSi dan Sekda H Akhmad Sugiharto ST MT menyampaikan, terimakasih atas sinergitas dan dukungan banyak pihak, sehingga rangkaian kegiatan Grebeg Besar Demak  sukses digelar. Bahkan berhasil menorehkan dua rekor MURI sekaligus, kategori sajian ancakan terbanyak dan iring-iringan tumpeng dan gunungan terbanyak.

"Terimakasih kami aturkan kepada Keluarga Besar Ahli Waris Sunan Kalijaga, yang telah bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Demak. Serta sejumlah pihak yang telah mendukung  upaya nguri-nguri tradisi budaya peninggalan Walisanga saat penyebaran ajaran Islam. Termasuk jamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga yakni keris Kiai Carubuk dan ageman Kutang Antakusuma," kata bupati.

Tumpeng Songo

Seperti diketahui, ancakan adalah sajian berisi nasi dan lauk pauk yang ditata sedemikian rupa di atas jalinan bambu serta ditutup daun jati. Kemudian diperebutkan masyarakat yang berniat 'ngalap berkah'  Sunan Kalijaga. Sedangkan iring-iringan tumpeng songo, merupakan wujud syukur atas hasil bumi yang berlimpah.

Sebagai bagian dari inovasi dan kreativitas di tengah upaya mempertahankan pakem, bupati menambahkan, mulai tahun ini  tumpeng songo ditambah jumlahnya menjadi 90 gunungan hasil bumi. Dijadikan total sebanyak 99 pucuk dimaksudkan mengantisipasi rebutan massal yang berujung kemubadziran. Di samping juga 'ngalap berkah' Sultan Fatah untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kita Wali.

"Terhitung mulai tahun ini juga, saya atas nama pemda hadir tak hanya saat jamasan pusaka Eyang Sunan Kalijaga saja, namun juga saat hantaran Abon-abon dari Keraton Kasunanan Surakarta serta prosesi Ancakan. Selain untuk semakin mengeratkan silaturahmi, lagi-lagi tentunya berharap berkah Sang Walisongo, yakni Sunan Kalijaga untuk kemakmuran masyarakat," pungkasnya. Jati

Berita Terkini