LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Hari pertama gantikan sementara Eva Dwiana sebagai penjabat sementara (pjs) wali Kota Bandarlampung (Balam), Budhi Darmawan langsung berpikir banjir yang telah menjadi langganan rutin setiap hujan deras lebih dari satu jam.
Kota Bandarlampung langsung banjir di beberapa wilayah begitu turun hujan dengan intensitas 30 mm per meter persegi pada Rabu (25/9/2024), pukul 21.30 WIB. Budhi Darmawan dilantik oleh Pj Gubernur Samsudin siangnya.
Menurut Mantan Kadis PUPR Lampung yang kini menjabat kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung itu, salah satu solusi mengatasi banjir salah satunya pembuatan biopori atau lubang untuk menyerap air.
Langkah lainnya, pembersihan drainase dari sampah dan upaya-upaya yang dapat mengurangi banjir. Diakuinya, untuk mengatasi banjir perlu waktu terkait semakin banyaknya pemukiman dan drainase yang semakin berkurang.
BPBD BALAM
Kalak BPBD Kota Bandarlampung (Balam) Wakhidi menilai banjir semalam, Rabu (25/9/2024), hanya genangan. "Tidak ada banjir yang parah," katanya, Kamis (26/9/2024).
BPBD kota Bandarlampung terus melakukan pemantauan dan evakuasi banjir di wilayah Pulau Bawean Sukarame sekitar pukul 23.31 WIB.
Pemantuan dilakukan terhadap debit air yang meluap di ruas jalan yang mengakibatkan terjadinya genangan hingga menghalangi pamandaan pengedara bermotor.
"TRC BPBD Kota Bandarlampung berkoordinasi dengan camat serta lurah dan RT setempat melakukan penyedotan menggunakan Alkon untuk mengurangi debit air di Pulau Bawean III RT 03 Lk 2, Sukarame," tutur Wakhidi
"BPBD Bamenurun sekitar 10 personel,untuk Saat ini tim TRC-PB BPBD Kota Bandar Lampung sudah melaksanakan evakuasi saluran drainase di wilayah tersebut," tandas Wakhidi.
BANJIR
Kota Bandarlampung agaknya masih langganan banjir. Berdasarkan peringatan yang dikeluarkan BMKG Maritim Lampung, masyarakat harus tetap waspada dua hari ini, Kamis-Jumat (26-27/9/2024).
Helo Indonesia mencatat banjir terjadi kemarin, pukul 21.30 WIB, antara lain di Nunyai (Rajabasa), Perumahan Cendana dan Nusantara Permai (Sukabumi), Jl. Pulau Sebesi (Sukarame), dan kawasan pesisir, antara lain kawasan Way Lunik.
BMKG telah meningkatkan status peringatan dini banjir dari "waspada" jadi "siaga". Demikian pula di Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, dan Kabupaten Pringsewu.
Sehari sebelumnya, Rabu (25/9/2024), sejumlah kawasan tergenang air akibat curah hujan yang berdasarkan informasi dari laman BMKG mencapai 30 mm setiap per segi meter tanah di Kota Bandarlampung.
Menurut Ramadhan Nurpambudi dari BMKG Lampung, curah hujan selebat itu sering memicu peningkatan risiko banjir, terutama kawasan yang infrastrukturnya kurang mampu menampung volume air yang besar dan cepat. (Hajim/Bila)
-