Marga Telukbetung Dukung Pemkot Segarkan Wajah Telukbetung Town

Rabu, 16 Oktober 2024 11:52
Para pemuda adat Kebandaran Marga Balak Telukbetung saat musyawarah menyikapi pembangunan Telukbetung Town (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Para tokoh adat Kebandaraan Marga Balak Telukbetung menduga ada agenda atau kepentingan politis di balik penolakan pembangunan Tugu Pagoda di wilayah adat mereka. Karena, tak hanya Pagoda, ada pula nantinya Tugu Alquran di terusan Jl. Ikan Bawal.

Sesepuh adat sepakat menolak provokasi yang bersifat kesukuan, agama, ras, antargolongan (SARA) setelah mereka berembuk di Lamban Marga Balak Telukbetung, Olok Gading, Kecamatan Telukbetung Barat, Selasa (15/10/2024).

Gusti Pengikhan Igama Khatu Muhammad Yusuf Erdiansyah menyampaikan bahwa pertemuan para tokoh adat merupakan inisiatif pihaknya atas adanya ajakan aksi hingga provokasi merobohkan tugu Pagoda yang sudah 70 persen tersebut.

Para tokoh adat mendukung upaya Pemkot Bandarlampung menyegarkan wajah kota tua Telukbetung menjadi kawasan wisata, terutama kuliner, dengan membangun 4 gapura selamat datang dan 2 tugu di Kelurahan Pesawahan.

"Dari masa Wali Kota Herman HN hingga Eva Dwiana, mereka banyak membantu pelestarian adat Lampung, revitalisasi rumah adat, tugu selamat datang, pagoda, dan Tugu Alquran yang kelak mempercantik kembali Telukbetung," ujarnya.

Kemungkinan, katanya, karena kawasan Telukbetung, ada juga kampung Bugis, Sunda, dan kampung lainnya, maka awalnya Cina Town berganti menjadi Telukbetung Town untuk menggambarkan kebersamaan masyarakat Telukbetung.

Sebagai tokoh adat, Gusti Pengikhan Igama Khatu Muhammad Yusuf Erdiansyah merasa senang adanya perhatian Pemkot Bandarlampung menyegarkan kembali Telukbetung yang sudah lama kebandarannya bergeser ke Tanjungkarang, Kemiling, dan Sukarame. (Hajim)

Berita Terkini