Bawa Skop, Para Penambang Pasir Ilegal Usir 2 Mobil Diduga Petugas

Selasa, 5 Mei 2026 13:21
Massa bawa skop nyaris merusak kedua mobil yang diduga petugas yang hendak memeriksa tambang ilegal HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Puluhan pekerja membawa masing-masing skop memaksa dua mobil berbalik arah ketika hendak menuju kawasan tambang pasir yang ilegal di Kampung Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.

Dari dua video pengusiran yang diperoleh Heloindonesia.com, belum diketahui siapa yang ada di kedua mobil warna hitam tersebut. Perekam video bernada provokasi menyemangati pekerja untuk mengusir atau jika tetap ngotot mobil dijungkirbalikan.

Provokasinya teriak-teriak sambil ramai-ramai menuju ke kedua mobil: walik ke mobile (mobilnya dijungkirbalikkan), pecahin, bakar, hantam, kampang, skope digeret, sekope ditarik.

Baca juga: Tambang Pasir Ilegal 10 Tahun Tak Tersentuh Hukum di Way Seputih, Lamteng

Kedua kendaraan, jeep warna dan minibus, kemudian putar balik di jalan tanah menuju lokasi tambang pasir dan tanah liat. Suasana akhir-akhir ini memanas pascasurat pernyataan warga agar tambang pasir ilegal itu ditutup pihak kompeten.

Warga setempat semakin resah atas dampaknya. Menurut mereka, akibat penambangan, bukit sering longsor, dan jalan kampung menjadi rusak karena setiap harinya dilalui ratusan kendaraan bermuatan pasir.

Bantaran sungai juga jadi lebar bak danau dengan kedalaman 10-15 meter, air sungai jadi keruh. Jalan kampung jadi rusak akibat dilalui truk tambang. Sawah warga terancam rusak oleh potensi jebolnya tanggul irigasi.

Penambangan pasir ilegal pakai alat berat

Sekitar 60 warga akhirnya sepakat menandatangani surat pernyataan bersama agar pihak kompeten menghentikan ekploitasi tambang galian C yang diduga dilakukan enam orang.

"Tanah milik saya awalnya berjarak 400 meter dari bibir sungai, tapi sekarang sudah berbatasan dengan galian C. Cepat atau lambat, kawasan tambang menjadi danau," ujar Lukman, warga setempat.

Warga curiga lamanya penambangan liar akibat adanya oknum yang mem-back upnya. Tidak mungkin tambang galian C bebas beroperasi jika tidak ada yang bekingnya, ujar warga lainnya. (Zen Sunarto)

Berita Terkini