HELOINDONESIA.COM - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Samudra Hindia di pantai barat Sumatra pada Senin (16/12) pukul 10.50 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa berlokasi di laut, sekitar 75 kilometer barat daya Kota Pariaman, Sumatra Barat, pada kedalaman 44 kilometer.
Jenis dan Mekanisme Gempa
Gempa ini tergolong dangkal dan disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pergerakan naik atau thrust fault.
Dampak Gempa
Guncangan gempa dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas berbeda:
Kota Padang, Pasaman Barat, Padang Pariaman, Agam, dan Kepulauan Mentawai merasakan intensitas III-IV MMI. Pada skala ini, guncangan dirasakan banyak orang di dalam rumah, beberapa orang di luar rumah, dengan efek berupa gerabah pecah dan bunyi dinding berderik.
Wilayah Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, dan Solok Selatan merasakan intensitas II-III MMI, di mana getaran terasa seperti truk berat yang melintas.
Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa. Pemodelan BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa Susulan
Hingga pukul 11.10 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Himbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalamnya.
Baca juga: Top Up Bonus Free Fire Winterlands Aurora, Bisa Dapatkan Diamond Tambahan dan Motor Aurora Ride !
Informasi resmi terkait gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG, seperti media sosial (@infoBMKG), situs web bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, atau aplikasi seluler InfoBMKG.
Sumber: Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, S.Si., M.Si.