Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kendal Turun, Kecamatan Kaliwungu Terbanyak

Selasa, 31 Desember 2024 17:31
Kepala BNN Kendal, Anna Setiyawati saat memaparkan kegiatan BNN dalam konferensi pers akhir tahun. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal telah melaksanakan operasi Yustisi Nataru di sejumlah tempat hiburan malam, lembaga pemasyarakatan (lapas), stasiun hingga pelabuhan.

"Ada 317 orang yang di tes urine, dan itu kita lakukan di tempat hiburan, baik yang ada di daerah atas, kemudian Weleri, di lapas, di stasiun. Dari hasil tes urin tidak ada yang positif," terang Kepala BNN Kabupaten Kendal, Anna Setiyawati saat konferensi pers akhir tahun 2024 di Kantor BNN Kendal, Selasa, 31 Desember 2024.

Baca juga: Masa Peminjaman di PSIS Telah Berakhir, Zalnando resmi kembali ke Persib

Dipaparkan, tahun 2024 ini ada sebanyak 29 kasus penyalahgunaan narkotika yang telah berhasil diungkap. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Ada 29 kasus yang sudah berhasil diungkap. Dan tahun ini ada penurunan kasusnya. Tahun 2023 lalu sekitar 36 kasus," ungkapnya.

Menurutnya, kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang tren di Kabupaten Kendal diantaranya sabu-sabu, ganja, psikotropika, dan obat-obatan daftar G. Penyalahgunaan narkotika yang terbanyak ada di Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu Kutoharjo dan Desa Purwokerto Kecamatan Patebon

"Selain itu juga komik yang dioplos dengan zat-zat lainnya. Rata-rata yang mengonsumsi anak-anak sekolah," beber Kepala BNN Kendal.

Anna menambahkan, BNN Kabupaten Kendal telah melaksanakan layanan asesmen terpadu pelaku tindak pidana narkotika sebanyak 19 orang.

"Target kami hanya 9 tapi kami bisa melakukan 19 kegiatan layanan asesmen terpadu. Kami selalu over untuk layanan asesmen terpadu," imbuhnya.

515 Relawan

Kepala BNN Kendal juga menjelaskan, BNN Kabupaten Kendal juga berhasil membentuk 515 orang relawan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), 328 orang penggiat P4GN, melaksanakan 16 kegiatan tes narkoba atau deteksi dini dengan jumlah peserta 588 orang.

“Kami telah berhasil membentuk 2 unit intervensi berbasis masyarakat (IBM), yaitu IBM Ringin Putih di Desa Ringinarum, Kecamatan Ringinarum, dan IBM Angsa Emas di Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, dengan melibatkan 10 orang agen pemulihan,” tandasnya

Baca juga: Bedah Buku KH Hasyim Asy’ari, Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Persaudaraan

Pada kesempatan tersebut Anna juga mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder yang telah bekerja sama dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Kendal.

“Kami harap sinergi dan hubungan kekerabatan yang baik ini akan terus terjalin erat, demi mewujudkan Indonesia Bersinar, bersih dari narkoba,” pungkas Anna.(Anik)

Berita Terkini

Sekolah Kok Bodong

Opini • 21 jam 55 menit lalu