SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Semarang Raya menggelar Rapat Kerja (Raker) BEM Semarang Raya 2026 pada 31 Mei hingga 1 Juni 2026 di Villa Salatiga Amala, Kota Salatiga.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis bagi organisasi mahasiswa lintas perguruan tinggi untuk memperkuat konsolidasi, menyusun arah gerakan bersama, serta membangun sinergi dalam merespons berbagai isu kemahasiswaan, pendidikan, sosial, dan kebangsaan.
Baca juga: Kreatif Kelola Anggaran, Kota Semarang Sabet Penghargaan Nasional Creative Financing 2026
Raker BEM Semarang Raya 2026 dihadiri delegasi dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Semarang Raya, antara lain Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Universitas Semarang (USM), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Universitas Ivet (Univet), Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (Untag), dan STIE Pelita Nusantara (STIE Pena).
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda strategis yang meliputi pembahasan tata tertib organisasi, Anggaran Rumah Tangga (ART) BEM Semarang Raya, evaluasi kelembagaan, penyusunan program kerja, serta perumusan arah gerakan organisasi untuk satu periode kepengurusan ke depan. Seluruh proses persidangan berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan musyawarah, partisipasi aktif peserta, serta semangat kolektif dalam pengambilan keputusan.
Selain menjadi forum formal organisasi, Raker juga menjadi ruang penguatan hubungan antar-BEM melalui kegiatan sarasehan, diskusi strategis, dan malam keakraban. Berbagai agenda tersebut dimanfaatkan peserta untuk bertukar gagasan, pengalaman organisasi, serta membangun jejaring kolaborasi yang lebih erat antarperguruan tinggi.
Salah satu mahasiswa Universitas Semarang, Muhammad Fais Abdillah, mendapat amanah sebagai presidium sidang yang bertugas memimpin jalannya forum bersama unsur presidium lainnya. Kepercayaan tersebut menunjukkan kapasitas dan kompetensi kader mahasiswa Universitas Semarang dalam mengelola forum organisasi secara profesional, demokratis, dan kondusif.
Melalui forum Rapat Kerja ini, BEM Semarang Raya berhasil menetapkan sejumlah ketetapan organisasi yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan program kerja dan gerakan bersama selama satu periode kepengurusan. Kesepakatan yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis, progresif, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Baca juga: Rasanya Juicy, Gurih dan Empuk, Brisket Kwetiau Kombinasi Kuliner Barat dan Tionghoa
Kasubbag Kemahasiswaan Universitas Semarang, Sudarmono, SE., MM., mengapresiasi pelaksanaan RAKER BEM Semarang Raya 2026 sebagai wadah penting dalam membangun kepemimpinan mahasiswa serta memperkuat kolaborasi antarkampus.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul dalam akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.
"Rapat Kerja BEM Semarang Raya merupakan forum yang sangat strategis untuk membangun sinergi dan memperkuat jejaring gerakan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bagaimana menyatukan gagasan, membangun kolaborasi, serta merumuskan langkah-langkah yang konstruktif dalam menyikapi berbagai isu publik. Kami berharap mahasiswa mampu menjadi pemimpin masa depan yang memiliki integritas, kemampuan berpikir kritis, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa," ujar Sudarmono.
Dia menambahkan, Universitas Semarang senantiasa mendukung berbagai aktivitas kemahasiswaan yang mendorong pengembangan kapasitas kepemimpinan, organisasi, dan kolaborasi lintas institusi sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing.
Dia berharap, dengan terselenggaranya Raker BEM Semarang Raya 2026, terbangun koordinasi yang semakin solid antar-BEM se-Semarang Raya sehingga mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih terorganisir, responsif terhadap persoalan publik, serta konsisten mengawal kepentingan masyarakat, dunia pendidikan, dan pembangunan daerah. (Aji)