Tiada Hari Tanpa Pohon Tumbang, Anshori Berbagi Resep Kuatkan Pohon

Kamis, 16 Januari 2025 15:34
Pohon keropos diperkuat, Anshori Djausal (Foto Kolase Helo) Helo Lampung

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Musim hujan ini, nyaris tiada hari tanpa pohon tumbang di Kota Bandarlampung. Pakar ferosemen yang juga penggiat lingkungan hidup Ir. Anshori Djausal, MT berbagi resep sederhana agar pohon tak mudah roboh.

Di Kota Bandarlampung, terutama di pinggir jalan, pohon-pohon harus dirawat rutin dan benar. Kalau ketinggian dipotong, lebat di-pruning seperti bonsai, sakit diobati, keropos diperkuat bila perlu pakai ferosemen atau bata agar tidak tumbang.

Jika di kawasan hutan, pohon tumbang merupakan siklus alam yang alamiah. Tapi di dalam Kota Bandarlampung, pohon tumbang berbahaya seperti yang terjadi beberapa pekan ini menimpa rumah, tiang listrik, hingga kendaraan.

Semestinya, semua pohon-pohon tepi jalan diperiksa kesehatannya. Ranting dan dahan yang mati dikurangi dan pohon yang sakit diobati. "Gak cukup cuma disiram, harusnya ada unit kesehatan pohon, bukan cuma unit penebangan pohon," katanya.

Pemotongan yang selama ini, dilihatnya, masih asal pangkas, tidak mempertimbangkan keseimbangan cabang dan estetika. Justru, jika pemotongan asal-asal, bisa mempercepat pohon roboh, katanya kepada Helo Indonesia, Kamis (16/1/2025).

Selama musim kemarau, pohon-pohon yang sebelumnya hijau rimbun, dahan dan ranting segar perlahan daun menguning dan kering, ranting dan dahan kemudian ada yang mati. Sebagian akar yang tidak mendapatkan air yang cukup akan mati.

Pangkal batang ada yang keropos sehingga melemahkan pohon. Musim hujan tiba, air melimpah, daun tumbuh lagi menghijau, ranting dan dahan ada yang segar kembali, akar bekerja kembali..

Daun bertambah rimbun berarti pohon bertambah luas permukaan daun dan ketika hujan terus menerus jatuh di atas daun maka berat beban yang disangga dahan dan pohon menjadi beberapa kali lipat beratnya.

Sedangkan dahan dan pohon sudah melemah apalagi hujan disertai angin kencang pohon tidak kuat lagi dan akhirnya tumbang, pungkasnya

Dia sudah menerapkannya di kawasan konservasi Taman Kupu-Kupu Gita Persada di kawasan perbatasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdurrahman, Kedau, Jalan Wan Abdurrahman, Kedaung, Kemiling, Kota Bandarlampung.

Beberapa tahun yang lalu, banyak pohon yang sudah tua keropos dimakan rayap pangkal batangnya. "Salah satu cara menyelamatkan pohon tersebut, saya perkuat dengan semen atau bata di bagian keroposnya," pungkasnya. (HBM)

Berita Terkini