Respon Dugaan Selingkuh Camat Padangcermin, Inspektorat Pesawaran Bertindak

Jumat, 17 Januari 2025 15:46
Inspektur Inspektorat Pesawaran Singgih Pebrianto/Foto: Ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Inspektorat Kabupaten Pesawaran segera panggil Camat Padangcermin, Asnawi Mahadaka terkait dugaan perselingkuhan dengan membawa wanita yang bukan pasangan sah ke kantor kecamatan setempat.

Hal tersebut ditegaskan, Inspektur Inspektorat Pesawaran Singgih Pebrianto merespon kegaduhan di tengah masyarakat terkait tingkah laku dan moral oknum Camat Padangcermin.

"Ya, Senin (20/1/2025) depan, kita panggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan, karena hal ini menyangkut kinerja dan dugaan pelanggaran dia sebagai seorang ASN di lingkup Pemkab Pesawaran," kata Singgih, melalui sambungan telepon, kepada Helo Indonesia, Jumat (17/1/2025).

Ia mengatakan, pihaknya juga sedang menelusuri skandal tersebut dan akan mendengarkan keterangan saksi-saksi terkait tindakan dugaan asusila tersebut.

"Ada beberapa saksi juga yang akan kita mintai keterangan, yang pada prinsipnya Pemkab Pesawaran tidak akan kompromi terkait pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pejabat," ujarnya.

"Jika nantinya terbukti kami sudah menyiapkan sanksi baik yang ringan hingga terberat," timpalnya.

Untuk diketahui, Camat Padang Cermin, Asnawi diduga melakukan perbuatan asusila dengan membaw seorang wanita LS (33) yang diketahui merupakan seorang janda di Kecamatan Padangcermin. Perbuatan tersebut dipergoki warga setempat dan sempat ditegur.

Sebelumnya, Ketua Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen Arif prihatin jadi pergunjingan warganya dugaan perselingkuhan camat di Kantor Camat Padangcermin.

"Camat diduga keluar kantor berdua dengan janda pada malam hari saja telah mencederai etika dan moral sebagai pamong masyarakat," kata punyimbang adat bergelar Suntan Junjungan Makhga kepada Helo Indonesia, Kamis (16/1/2025).

Menurut dia, kabar ini saja sudah musibah besar. Kantor buat pelayanan masyarakat malah gaduh oleh isu semacam itu. Wajar, katanya, jadi perbincangan masyarakat yang mengedepankan relejiusitas dan adar istiadat.

Menurut Tokoh Adat Makhga Waylima itu, sebagai seorang pimpinan wilayah apalagi sekelas camat yang juga pejabat publik seharusnya menjaga betul agar tak terjadi hal-hal yang dapat menggerus kepercayaan masyarakatnya.

Daripada semakin gaduh dan polemik berkepanjangan, Farifki Zulkarnayen Arif menilai sudah sepantasnya Bupati Pesawaran mencopot jabatannya. Dipertahankan, dia yakin akan berdampak buruk dan akan mengganggu kinerja pemerintahan saja.

"Masih antre pejabat lain yang lebih layak dan memiliki moral dan etika dalam mengemban amanah sebagai pamong rakyat," tambahnya. (Rama)

Berita Terkini