Buat Gaduh, Ketua MPAL Pesawaran Sesalkan Postingan Akun Facebook Muallim Taher

Jumat, 24 April 2026 11:40
Ketua Umum MPAL Pesawaran Farifki Zulkarnayen Arif. (Foto: Rama)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Ketua Umum (Ketum) Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen Arif Gelar Suntan Junjungan Marga turut menyesalkan dugaan pelecehan gelar adat (adok) Lampung Pepadun di media sosial yang dibagikan akun Facebook atas nama Mu'allim Taher yang membuat gaduh masyarakat adat di kabupaten setempat.

Farifki menegaskan, postingan yang dibagikan akun Facebook Mu'allim Taher itu sangat bertentangan dengan 5 falsafah Ulun Lappung (panduan masyarakat adat Lampung) yang menjunjung tinggi harga diri atau martabat (Piil Pesenggiri), keramahan (Nemui Nyimah), partisipasi sosial (Nengah Nyappur), kerja sama atau gotong royong (Sakai Sambayan), dan punya nama baik berjuluk atau bergelar (Bejuluk Beadek).

"Tentu, saya sangat menyesalkan yang dishare akun Facebook Mu'allim Taher, itu jelas bertentangan dengan falsafah hidup suku Lampung, baik itu Pepadun atau Saibatin. Gelar adat tidak bisa dijadikan bahan ejekan, apalagi ini terkesan diolok-olok di media sosial Facebook seperti itu," kata Farifki kepada Heloindonesia, Jumat (24/4/2026).

"Terlepas foto siapa yang dibagikan, yang jelas foto itu mengenakan pakaian kebesaran adat Lampung Pepadun, itu yang memicu saudara kita Pepadun tersinggung sehingga ramai begini. Jadi tolong lah, hal yang berkaitan dengan adat seperti simbol atau gelar adat, jangan dibuat bahan candaan atau olok-olokan, mungkin niatnya bercanda, tapi akhirnya bisa memicu ketersinggungan masyarakat adat, bahkan mungkin bisa berdampak hukum. Gelar adat itu sakral dan terhormat, menurut tata titi adat yang sudah turun menurun ini," tambah Pemuka Saibatin Adat Marga Waylima itu.

Ia menilai, yang dibagikan akun Facebook Mu'allim Taher itu adalah murni dari perbuatan pribadi dan tidak mewakili masyarakat adat Lampung Saibatin. Hal ini penting disampaikan supaya tidak terjadi kesalah fahaman antara Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin.

"Postingan itu murni perbuatan pribadi akun Facebook Mu'llim Taher, dan tidak mewakili puyimbang adat Lampung Saibatin. Kekeluargaan Saibatin dan Pepadun selama ini sangat baik dan harmonis dalam satu wadah MPAL Pesawaran. Dan kami tidak mungkin akan terpengaruh, apalagi sampai2 terpecah belah karena ulah satu orang," ujarnya.

Ia sangat mendukung apa yang dilakukan punyimbang adat Lampung Pepadun Tiyuh (Desa) Kesugihan Kecamatan Gedongtataan yang telah melaporkan akun Facebook Mu'allim Taher tersebut ke Polres Pesawaran.

"Saya sangat menghargai para punyimbang adat Lampung Pepadun yang sudah melaporkan akun itu ke polisi. Langkah itu sangat tepat, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena saya rasa kalau tidak cepat dilaporkan akan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat adat," kata dia.

Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat adat Lampung Pepadun maupun masyarakat adat Saibatin untuk tidak termakan hasutan-hasutan dari orang yang tidak bertanggungjawab, yang justru akan memperkeruh suasana, sehingga timbul gesekan atau perpecahan di masyarakat adat.

"Karena ini sudah masuk ke ranah hukum, maka kita harus percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Saya yakin polisi akan bekerja profesional untuk memprosesnya. Saya berharap masyarakat adat Pepadun dan Saibatin jangan sampai terprovokasi dengan hasutan orang yang akan merusak hubungan kekeluargaan kita yang sangat baik selama ini," pungkasnya. (Rama)

Berita Terkini