SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Masjid Hamidun Kosim, kompleks RSI Sultan Agung Semarang, pada Kamis pagi 23 April 2026. Puluhan civitas hospitalia berkumpul untuk mengantar delapan rekan sejawat mereka yang terpilih menjadi tamu Allah di Tanah Suci.
Kegiatan bertajuk Kajian Doa Pagi dan Pelepasan Jamaah Haji ini terasa kian istimewa dengan kehadiran dai kondang, Ustadz Yusuf Mansur, yang memberikan suntikan spiritual bagi para calon tamu Allah dan seluruh keluarga besar rumah sakit.
Terdapat 8 karyawan pejuang medis yang berangkat ke Baitullah, yaitu dr Sarah Aulia Winarsih MKN, dr Dian Cahyaningrum, Islachudin Attoyib SKep Ners SH, Wari`atul Ulya Nur Fitriya AMK, Amad Ayuhan SE, Dian Indah Budiarti STr.Kep, Nur Khafidzoh AMK dan Takmilatung Siqoqin Najiha SKep Ners.
Baca juga: PWI Jateng Kirim Doa Lewat Khataman Al-Quran dan Tahlil Hari Ketujuh untuk Almarhum Zulmansyah
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen perpisahan bagi pegawai yang akan purna tugas, diantaranya Musriah, Suratmini dan Kusmarwono.
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr Agus Ujianto MSiMed SpB FISQua, dalam sambutannya menekankan bahwa pelepasan ini adalah wujud nyata dari nilai kekeluargaan dan saling mendukung antarpegawai.
Sambil mengutip ayat suci “Innas shafa wal marwata min sya'a'irillah”, dr. Agus mengingatkan para jamaah bahwa haji adalah refleksi perjuangan batin.
“Shafa dan Marwah adalah simbol bahwa ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan iman. Sebagaimana Siti Hajar yang tak pernah berhenti berharap pada pertolongan Allah, teruslah berikhtiar dengan penuh keyakinan dan serahkan hasilnya kepada-Nya,” pesan dr Agus dengan penuh penekanan.
Semangat Baru
Menurutnya, momentum haji juga menjadi bekal spiritual bagi pegawai untuk kembali dengan semangat baru dalam mengabdi dan memberikan pelayanan optimal kepada umat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pegawai yang akan memasuki masa purna tugas atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini.
“Terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga menjadi amal jariyah dan keberkahan yang terus mengalir,” tuturnya.
Baca juga: Mental Baja, Surabaya Samator Bungkam Garuda Jaya 3-0 untuk Rebut Podium Ketiga Proliga 2026
Islachudin Attoyib yang mewakili rekan sejawatnya, tak kuasa menahan syukur.
“Kami berjanji akan mengisi setiap langkah dengan ibadah yang khusyuk dan akhlak terpuji. Kami mohon doa restu agar kuat menjalankan proses ibadah, dan kami pun tidak akan lupa mendoakan keluarga besar RSI Sultan Agung,” ungkapnya.
Menutup rangkaian acara, Ustadz Yusuf Mansur memberikan mauizhatul hasanah yang mencerahkan. Ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak tasbih sebagai cara mensucikan hati.
“Allah itu nggak pernah salah, nggak pernah keliru, apalagi jahat. Bertasbih berarti kita mensucikan diri dan tetap bersyukur bahkan pada hal yang tidak kita sukai sekalipun,” tutur Ustadz Yusuf.
Dia berpesan bahwa kunci syukur yang sejati adalah dengan terus memperbaiki tiga hal utama: ucapan, pikiran, dan perasaan. (Aji)